Sumbarkita – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp76,13 miliar pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mengoptimalkan potensi pendapatan dan menghadirkan inovasi dalam meningkatkan penerimaan daerah.
Target itu menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Evaluasi PAD Kota Pariaman yang dipimpin Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa (2/6/2026).
Yota Balad mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2026, realisasi PAD baru mencapai Rp28,15 miliar atau sekitar 36,97 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Tahun 2026 Pemerintah Kota Pariaman menargetkan PAD sebesar Rp76.130.609.859. Hingga pertengahan tahun, realisasinya baru Rp28,15 miliar atau sekitar 36,97 persen,” kata Yota.
Menurutnya, masih tersedia waktu hingga akhir tahun untuk mengejar target tersebut. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja lebih maksimal dan menggali sumber-sumber pendapatan yang belum tergarap secara optimal.
Yota menegaskan peningkatan PAD menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini.
Ia juga meminta OPD yang memiliki kewenangan mengelola sumber PAD untuk melakukan evaluasi secara berkala serta mempercepat peningkatan penerimaan dari sektor retribusi dan pajak daerah.
“Masih ada waktu untuk menggenjot PAD sampai akhir tahun. Saya minta instansi terkait tidak lalai dan mampu menggali lebih dalam potensi pendapatan yang ada di Kota Pariaman,” ujarnya.
Selain itu, Yota menilai evaluasi pendapatan daerah perlu dilakukan secara rutin agar pemerintah dapat memantau perkembangan capaian target sekaligus mengantisipasi potensi kebocoran penerimaan di lapangan.
“Kalau bisa evaluasi dilakukan setiap bulan sehingga kita mengetahui target yang telah ditetapkan bisa tercapai atau tidak tanpa ada celah kebocoran,” tegasnya.
Di sisi lain, Yota mengapresiasi capaian PAD Kota Pariaman pada 2025 yang mencapai Rp57,45 miliar atau meningkat 12,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah Kota Pariaman dan untuk pertama kalinya menembus angka Rp50 miliar.
Ia berharap tren peningkatan tersebut dapat terus berlanjut sehingga target PAD tahun 2026 sebesar Rp76 miliar dapat tercapai dan mendukung realisasi visi-misi pembangunan daerah.
“Kami memiliki target yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Seluruh OPD adalah ujung tombak keberhasilan itu. Karena itu, kami berharap upaya peningkatan PAD terus dilakukan agar target yang ditetapkan bisa tercapai sesuai harapan,” pungkasnya.














