Sumbarkita — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna membahas pemulihan pascabanjir yang terjadi pada 2025. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama jajaran, dan diterima Sekretaris Utama BNPB, Rustian, di Kantor Pusat BNPB, Jakarta Timur, Senin (27/4/2026).
Dalam audiensi itu, Yota Balad menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memulihkan kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak banjir pada 27 November 2025.
Ia melanjutkan, Pemko Pariaman telah mengajukan sejumlah usulan melalui proposal kepada BNPB. Usulan tersebut mencakup bantuan hibah untuk kategori rusak ringan (RR) terhadap infrastruktur, bantuan peralatan, dukungan untuk pusat pengendalian operasi (Pusdalops), serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Ada beberapa usulan Pemerintah Kota Pariaman yang kami ajukan melalui proposal, di antaranya bantuan hibah rusak ringan terhadap infrastruktur yang rusak, bantuan peralatan, bantuan Pusdalops, serta sinergi penguatan kapasitas masyarakat tanggap bencana,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjaga agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak banjir secara optimal,” imbuhnya.














