Sumbarkita — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan International Education Expo Beasiswa Padang Juara ke Tiongkok di Gedung Bagindo Aziz, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan akses pendidikan luar negeri bagi pelajar Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan, program beasiswa luar negeri tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemko Padang, Dinas Pendidikan Provinsi Guangdong (Tiongkok), CUCAS Indonesia, serta didukung Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Ini merupakan salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Melalui program ini, kita menginginkan anak-anak muda Kota Padang memiliki wawasan global, daya saing, dan competitiveness yang kuat,” ujar Fadly Amran.
Fadly menjelaskan, beasiswa yang ditawarkan bersifat fully funded. Fasilitas yang diberikan mencakup biaya kuliah, biaya hidup, tempat tinggal, uang saku, serta kebutuhan pendukung lainnya selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Padang terus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan di luar negeri. Ia menyebutkan, saat ini sudah ada pelajar yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
“Hari ini sudah ada yang kuliah ke Amerika Serikat. Ke depan kita menargetkan Malaysia, Timur Tengah, dan peluang negara lainnya, agar anak-anak kita bisa menempuh pendidikan di luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Guangdong Xu Shimin menyampaikan bahwa Provinsi Guangdong saat ini menjadi tujuan studi bagi lebih dari 20.000 mahasiswa internasional yang berasal dari lebih 180 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.602 mahasiswa berasal dari Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova menyebutkan, pameran pendidikan ini diikuti oleh 11 universitas dari Provinsi Guangdong. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan siswa SMA dan SMK se-Kota Padang.
“Ini merupakan tahap awal. Melalui pameran ini, siswa SMA dan SMK bisa melihat dan memilih kampus sesuai dengan minat dan passion mereka, sebelum mengikuti ujian pada hari berikutnya,” jelas Yopi.
Ia menambahkan, seleksi beasiswa akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 21 dan 22 Januari 2026, dengan target 400 peserta. Hingga pelaksanaan pameran, tercatat 365 siswa telah mendaftar.
“Hari pertama ujian diikuti sekitar 200 peserta, dan hari kedua 200 peserta. Target kelulusan sekitar 20 hingga 30 siswa, atau tergantung standar kelulusan dari masing-masing perguruan tinggi,” tambahnya.















