Sumbarkita — Pemkab Pasaman bersama PLN ULP Lubuk Sikaping membahas kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Bupati Pasaman pada Jumat (7/8). Pertemuan dihadiri sekitar 25 peserta dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman dan PLN ULP Lubuk Sikaping. Peserta dari PLN antara lain Manajer ULP (MULP), Team Leader Teknik, dan Team Leader Pelayanan Pelanggan. Sementara dari Pemkab Pasaman hadir Bupati Pasaman, Welly Suhery; Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunthe; Asisten I, Asrial Arfandi; Asisten II, Joko Rifanto; Asisten III, Roichard; Kepala Bappeda, Silfia Evayanti; Kepala Dinas Pendidikan, Muslim; Kepala Dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Amdarisman; Kepala BPBD, Mardianto; Kepala Badan Pertanahan Pasaman, Andri Cristyanto; Kepala Keselamatan Pertambangan dan Lingkungan Hidup, Terra Dharma; serta Direktur PDAM, Deddy Eka Putra.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Pasaman dan PLN membahas kebutuhan serta dukungan kelistrikan untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Pembahasan itu menjadi bagian dari persiapan pemenuhan readiness criteria pembangunan, khususnya untuk memastikan tersedianya sumber listrik yang memadai sesuai kebutuhan fasilitas pendidikan yang akan dibangun.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan bahwa PLN siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman sejak tahap perencanaan untuk mempersiapkan kebutuhan kelistrikan.
“Pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai pembangunan sebuah fasilitas, tetapi sebagai investasi untuk masa depan generasi Pasaman. Karena itu, kami siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman sejak tahap perencanaan agar kebutuhan kelistrikan dapat dipetakan dan dipersiapkan sesuai kondisi lapangan, kebutuhan daya, serta ketentuan teknis yang berlaku,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, kesiapan kelistrikan diperlukan untuk menunjang aktivitas pendidikan, mulai dari penerangan ruang kelas, pengoperasian perangkat teknologi, fasilitas administrasi, hingga sarana pendukung lainnya yang digunakan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Kami ingin memastikan kehadiran listrik memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ketika infrastruktur pendidikan didukung dengan kelistrikan yang andal, proses belajar dapat berlangsung lebih nyaman, produktif, dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus menghadirkan energi yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutur Ririn.
PLN ULP Lubuk Sikaping selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Pasaman untuk mengidentifikasi kebutuhan kelistrikan secara lebih detail, termasuk aspek teknis dan rencana pengembangan sistem kelistrikan di lokasi yang diproyeksikan menjadi Sekolah Rakyat tersebut.














