Sumbarkita – Pemerintah Kota Payakumbuh resmi meluncurkan dan mendiseminasikan Beranda Informasi Geospasial Data Analitik Tematik Akurat (BIG DATA), sebuah terobosan digital yang dirancang untuk memperkuat dasar perencanaan pembangunan daerah. Peluncuran berlangsung di Aula Bappeda Kota Payakumbuh, Kamis (4/12/2025).
Inisiatif ini menandai komitmen Pemko Payakumbuh dalam mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi, valid, dan akurat sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Kepala Bappeda, Syafwal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penggunaan data yang lebih mikro dan berbasis geospasial. Menurutnya, data statistik makro yang selama ini menjadi acuan belum cukup efektif untuk mengatasi persoalan mendasar seperti tingginya tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan, dan ketimpangan.
“Tingginya angka gini rasio menunjukkan bahwa kue pembangunan masih dominan dinikmati kelompok ekonomi menengah atas. Artinya, program pembangunan yang telah dilakukan belum sepenuhnya tepat sasaran,” ujarnya. “Karena itu dibutuhkan data yang lebih mikro, valid, akurat, dan lengkap agar kebijakan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat ekonomi lemah maupun kelompok rentan lainnya.”
BIG DATA merupakan hasil inovasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) II Tahun 2025 yang digagas oleh Faisal, ST, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Payakumbuh. Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah.
BIG DATA menghadirkan dua layanan utama. Pertama, Beranda Digital yang dapat diakses melalui Website Pemko Payakumbuh. Fitur ini menjadi pintu masuk GIS Portal Kota Payakumbuh, yang berfungsi sebagai Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) dengan koleksi peta geospasial dasar dan tematik yang terstandar dan dapat dibagi-pakaikan.
Fitur GIS Portal Kota Payakumbuh ini mendapat pengakuan nasional dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan meraih kategori Unggul tahun 2025. Prestasi tersebut menjadikan Payakumbuh salah satu dari 11 JIGD terbaik tingkat nasional dan terbaik di Pulau Sumatera.
Layanan kedua adalah Beranda Fisikal, sebuah ruang konsultasi atau Coaching Clinic Room di Bappeda yang berfungsi memberikan pendampingan bagi admin geospasial dari seluruh OPD, mulai dari pengumpulan data, tagging koordinat, pengolahan hingga penggunaan aplikasi GIS.
Fitur analitik tematik menjadi nilai tambah BIG DATA, karena menyediakan visualisasi geospasial untuk 15 tematik sesuai Program Prioritas Nasional dalam bentuk infografis dan peta. Fitur ini menjadi dasar penting dalam analisis kebijakan dan penentuan lokus intervensi yang presisi.
Layanan BIG DATA juga diperkuat kerja sama dengan Program Studi Geografi Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Magang Berdampak. Kolaborasi ini membantu memperkaya validitas data spasial serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.
Selain itu, BIG DATA berfungsi sebagai dasar penyelarasan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat kelengkapan Readiness Criteria dalam pengajuan proposal ke pemerintah pusat untuk menarik pembiayaan APBN.
Pemerintah Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD atas kontribusi data, serta berterima kasih kepada Dinas Komunikasi dan Informatika atas dukungan teknis mulai dari penyediaan server hingga pengembangan GIS Portal.
Faisal, selaku inisiator kolaborasi, berharap inovasi ini terus diperkuat.
“Mari kita jadikan BIG DATA ini sebagai langkah untuk membangun ekosistem data yang kuat, terbuka, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Payakumbuh, menuju cita-cita Payakumbuh sebagai Smart City,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri seluruh kepala OPD se-Kota Payakumbuh sebagai bukti komitmen bersama mendukung transformasi digital pemerintah daerah.














