Sumbarkita – Suasana semarak mewarnai pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Kota Bukittinggi, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi rangkaian awal menjelang pembukaan resmi MTQ yang dipusatkan di kota wisata tersebut.
Pawai taaruf berlangsung meriah dengan iringan Marching Band IPDN yang menambah semangat para peserta. Alunan musik dan barisan kafilah berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai sejak pagi hari.
Seluruh kafilah dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat turut ambil bagian dalam pawai ini. Mereka berjalan tertib mengikuti rute yang telah ditetapkan panitia, dimulai dari Jalan Sudirman dan berakhir di kawasan Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi.
Pawai taaruf MTQ Nasional ke-41 secara resmi dilepas oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di depan SMPN 1 Kota Bukittinggi. Pelepasan tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan MTQ di Kota Bukittinggi.
Sebanyak 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat mengirimkan kontingennya untuk mengikuti MTQ Nasional ke-41 ini. Para kafilah akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba dengan total 38 golongan yang dipertandingkan.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa pawai taaruf bukan sekadar seremoni pembuka, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarkafilah dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Bukittinggi yang hadir menyaksikan pawai taaruf. Kehadiran warga dinilai menjadi dukungan moral bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama pelaksanaan MTQ.
“Meski Sumatera Barat sedang dalam masa pemulihan bencana, syiar Islam harus tetap hadir sebagai pedoman dan penguat masyarakat. MTQ ini diharapkan menjadi momentum memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Ramlan.
MTQ Nasional ke-41 di Kota Bukittinggi diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial, keagamaan, serta perekonomian daerah melalui meningkatnya kunjungan masyarakat dan aktivitas selama kegiatan berlangsung.














