Sumbarkita – Alih-alih membangun destinasi baru, Pemerintah Kota Pariaman memilih strategi yang lebih realistis tahun ini, merawat yang sudah ada.
Langkah itu diambil demi menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mengejar target ambisius 1,4 juta kunjungan sepanjang 2026.
Pantai Gandoriah yang selalu ramai, rindangnya Talao Pauh, eksotisnya Pulau Angso Duo, hingga Pantai Kata yang menjadi magnet liburan keluarga, kini menjadi fokus pembenahan. Bukan pembangunan fisik besar-besaran, melainkan perawatan rutin agar fasilitas tetap layak dan aman digunakan.
“Kita tidak banyak membangun sarana baru. Tahun ini fokusnya pemeliharaan,” kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Azria Paldi Donal, Senin (9/2).
Menurutnya, sejumlah titik wisata tersebut mencatat tingkat kunjungan tertinggi. Pengunjung datang bukan hanya dari Pariaman dan Padang Pariaman, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat bahkan luar provinsi. Tingginya mobilitas wisatawan membuat fasilitas cepat rusak jika tidak dirawat berkala.
Oleh karena itu, anggaran yang tersedia lebih diarahkan untuk menjaga kualitas aset yang sudah ada, mulai dari gazebo, jalur pejalan kaki, toilet umum, hingga kebersihan kawasan.
“Dana pemeliharaan memang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap ada. Itu yang kita optimalkan,” ujarnya.
Ia mengakui, kondisi fiskal daerah membuat pembangunan sarana fisik baru cukup berat direalisasikan. Namun, bukan berarti pengembangan destinasi berhenti. Pemko Pariaman masih membuka peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun kementerian.
“Kita tetap berupaya menjangkau provinsi dan kementerian untuk bantuan pembangunan fasilitas baru,” tambahnya.















