Sumbarkita — Kota Padang menghasilkan sekitar 669 ton sampah setiap hari, dengan sekitar 490 ton di antaranya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Fadelan Fitra Masta, mengatakan Kecamatan Koto Tangah menjadi penyumbang sampah terbanyak. Hal itu sejalan dengan jumlah penduduk di kecamatan tersebut yang paling besar di Kota Padang.
“Rata-rata sekitar 669 ton sampah dihasilkan dalam sehari. Dari jumlah itu, sekitar 490 ton dibuang ke TPA Aie Dingin. Sampah itu didominasi sampah rumah tangga,” katanya saat dihubungi Sumbarkita, Jumat (2/1/2025).
Ia melanjutkan, untuk menekan volume sampah, Pemerintah Kota Padang mendorong penguatan bank sampah melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi, Penyelenggaraan Kerja Sama Pemungutan Retribusi dengan Pihak Ketiga, serta Pemanfaatan Penerimaan Retribusi. Aturan tersebut salah satunya mengatur pemberian insentif bagi masyarakat yang aktif memilah sampah.
“Masyarakat yang memilah sampah dan menerima layanan penjemputan dari bank sampah akan mendapatkan insentif berupa pengurangan retribusi sampah. Program ini akan efektif mulai tahun 2026,” ujarnya.
Selain penguatan bank sampah, pemerintah juga membangun fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan teknologi refuse-derived fuel (RDF). Upaya tersebut dibarengi dengan edukasi pemilahan sampah bernilai ekonomis sebagai bagian dari dukungan terhadap program ekonomi sirkular. Kemudian meningkatkan penertiban TPS liar dan pembakaran sampah.
“Langkah ini penting agar pengelolaan sampah terpadu bisa diimplementasikan lebih cepat dan kenyamanan lingkungan masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.
Ia mengimbau warga untuk mengolah sampah organik di rumah, memilah sampah sebelum dibuang, serta mengurangi penggunaan wadah sekali pakai.









