Penulis: Musfi Yendra Komisioner Komisi Informasi Sumbar
Sumbarkita – Ketika Negara Norwegia disebut, sebagian besar pecinta sepak bola saat ini hampir pasti langsung teringat kepada Erling Haaland. Striker bertubuh tinggi dengan naluri mencetak gol yang luar biasa itu telah menjelma menjadi salah satu ikon sepak bola dunia.
Bersama Manchester City F.C., Haaland memecahkan berbagai rekor dan menjadi simbol generasi baru pesepak bola Eropa.
Kini, ia tidak hanya bersinar di level klub, tetapi juga berhasil membawa Norwegia menorehkan sejarah baru dengan menembus babak perempat final atau delapan besar Piala Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar sepak bola Norwegia dalam beberapa dekade terakhir sekaligus mengakhiri penantian panjang bangsa Viking untuk kembali diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.
Namun, sesungguhnya ada kisah yang jauh lebih menarik daripada gol-gol Haaland atau keberhasilan Norwegia melaju hingga delapan besar Piala Dunia. Prestasi di lapangan hijau hanyalah wajah yang terlihat oleh dunia.
Di baliknya berdiri sebuah negara yang selama puluhan tahun membangun fondasi pemerintahan yang bersih, transparan, dan dipercaya rakyatnya.
Sebagaimana dalam sepak bola, kemenangan tidak pernah ditentukan oleh satu pemain, demikian pula kemajuan sebuah negara tidak pernah bergantung pada satu pemimpin.
Haaland memang menjadi mesin gol Norwegia, tetapi keberhasilannya lahir dari sistem pembinaan yang disiplin, pelatih yang kompeten, manajemen yang profesional, dan budaya kerja yang menghargai proses.














