Senin, 8 Juni 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Menjaga Sekolah Tetap Bernapas

RedaksiOleh : Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:00 WIB
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI


Penulis: Jenia Ghaziah

Sumbarkita – Keputusan pemerintah membatalkan rencana pembelajaran daring layak dibaca sebagai langkah kehati-hatian yang rasional. Di tengah wacana kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang masih menunggu keputusan presiden sebagaimana disampaikan Tito Karnavian, dunia pendidikan justru memilih jalur berbeda: tetap menjalankan pembelajaran tatap muka. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah berlangsung seperti biasa, dengan pertimbangan utama pada kepentingan akademik dan penguatan karakter siswa.

Di titik ini, kita perlu menempatkan persoalan secara jernih. Pendidikan tidak dapat diperlakukan sebagai sektor yang sekadar mengikuti arus kebijakan administratif. Sekolah bukan ruang kerja birokrasi yang bisa dengan mudah dipindahkan ke layar. Ia adalah ruang hidup, tempat proses belajar berlangsung dalam dimensi yang utuh: kognitif, sosial, dan afektif sekaligus.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran John Dewey (1916) yang menekankan bahwa pendidikan adalah proses sosial, bukan sekadar transmisi pengetahuan. Bagi Dewey, sekolah adalah miniatur masyarakat, tempat peserta didik belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing). Dalam konteks ini, pembelajaran daring yang minim interaksi berisiko mereduksi makna pendidikan itu sendiri.

Pengalaman selama pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran yang tidak ringan. Berbagai studi menunjukkan terjadinya learning loss yang signifikan selama pembelajaran jarak jauh. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 mencatat kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata global, dengan skor sekitar 359 dibanding rata-rata OECD yang mendekati 476. Sementara itu, temuan Unicef menunjukkan sebagian besar siswa di negara berkembang mengalami penurunan kemampuan dasar selama periode tersebut.

BACAJUGA

Membangun Budaya Transparansi Badan Publik dari Kepatuhan Menuju Kebutuhan

Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

Fenomena ini dapat dibaca melalui kerangka teori belajar sosial dari Lev Vygotsky (1978), yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif. Konsep zone of proximal development menunjukkan bahwa siswa belajar paling efektif ketika ada bimbingan langsung dari guru atau teman sebaya. Ketika interaksi ini tereduksi dalam pembelajaran daring, maka proses belajar kehilangan salah satu elemen kuncinya.

Angka-angka itu tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada realitas kelas yang kehilangan ritme, guru yang kesulitan memantau perkembangan siswa, serta anak-anak yang belajar dalam keterbatasan fasilitas. Survei nasional bahkan mencatat lebih dari sepertiga siswa mengalami kesulitan memahami materi saat pembelajaran daring. Dengan kata lain, pembelajaran jarak jauh belum mampu menjamin kualitas yang setara dengan tatap muka.

Masalahnya tidak berhenti pada aspek akademik. Ketimpangan digital masih menjadi persoalan struktural. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih ada sekitar 12–15% rumah tangga yang belum memiliki akses internet memadai. Di wilayah 3T, angka ini lebih tinggi. Dalam kondisi demikian, kebijakan daring berisiko memperlebar kesenjangan: sebagian siswa melaju, sebagian lain tertinggal.

Kondisi ini mengingatkan pada kritik Pierre Bourdieu (1986) tentang reproduksi ketimpangan dalam pendidikan. Bourdieu menegaskan bahwa sistem pendidikan cenderung memperkuat ketidaksetaraan sosial ketika akses terhadap sumber daya, termasuk teknologi, tidak merata. Pembelajaran daring, tanpa infrastruktur yang setara, berpotensi menjadi mekanisme baru reproduksi ketimpangan tersebut.

Di sinilah kehati-hatian pemerintah menjadi relevan. Membatalkan pembelajaran daring bukan berarti menolak teknologi, melainkan menghindari simplifikasi berlebihan terhadap persoalan pendidikan. Tidak semua problem dapat diselesaikan dengan digitalisasi.

Lebih jauh, ada dimensi yang kerap luput dalam perdebatan: sekolah sebagai ruang sosial. Interaksi langsung antara guru dan siswa membentuk disiplin, empati, serta nilai-nilai kebersamaan. Pendidikan karakter, yang selama ini menjadi jargon kebijakan, justru menemukan konteksnya dalam relasi nyata, bukan interaksi virtual yang terbatas.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Émile Durkheim (1922) yang melihat pendidikan sebagai sarana internalisasi nilai-nilai sosial. Sekolah, dalam perspektif Durkheim, berfungsi membentuk solidaritas dan moral kolektif. Tanpa interaksi langsung, fungsi ini sulit dijalankan secara optimal.

Berbagai laporan selama periode daring juga menunjukkan meningkatnya kejenuhan belajar, menurunnya motivasi, bahkan gangguan psikososial pada siswa. Studi World Bank (2022) mencatat mayoritas siswa di negara berkembang merasa kurang termotivasi saat belajar dari rumah. Ini mengonfirmasi bahwa pembelajaran bukan sekadar transmisi materi, melainkan proses keterlibatan yang membutuhkan kehadiran.

Dalam perspektif psikologi pendidikan, Albert Bandura (1986) melalui teori social learning menegaskan bahwa individu belajar melalui observasi dan interaksi langsung dengan lingkungan sosialnya. Ketika ruang belajar dipindahkan ke layar, peluang untuk belajar melalui keteladanan dan interaksi nyata menjadi terbatas.

Karena itu, menyamakan sekolah dengan skema WFH adalah kekeliruan kategoris. Logika efisiensi dalam birokrasi tidak bisa serta-merta diterapkan pada pendidikan. Guru bukan sekadar penyampai konten, dan siswa bukan sekadar penerima informasi. Ada proses pedagogis yang menuntut interaksi langsung, observasi, serta umpan balik yang tidak selalu dapat dimediasi teknologi.

Di tengah upaya pemulihan pembelajaran pascapandemi, keputusan ini juga memberi kepastian arah. Sekolah dapat kembali fokus pada penguatan dasar literasi dan numerasi, melakukan asesmen yang lebih akurat, serta membangun kembali kultur belajar yang sempat tergerus. Momentum pemulihan ini terlalu berharga untuk dipertaruhkan pada eksperimen kebijakan yang belum tentu efektif.

Namun demikian, dukungan terhadap pembatalan pembelajaran daring tidak boleh dibaca sebagai sikap anti-teknologi. Justru sebaliknya, teknologi perlu ditempatkan secara proporsional sebagai alat bantu yang memperkaya pembelajaran. Model pembelajaran campuran (blended learning) tetap relevan, sepanjang dirancang secara kontekstual dan tidak dipaksakan secara seragam.

Pada akhirnya, kebijakan pendidikan harus berangkat dari kebutuhan siswa, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan situasional. Dalam konteks ini, keputusan untuk tetap menjalankan pembelajaran tatap muka menunjukkan keberpihakan yang jelas: menjaga kualitas proses belajar dan memastikan pendidikan tetap berlangsung secara manusiawi.

Barangkali di tengah derasnya arus digitalisasi, keputusan ini terasa tidak populer. Namun justru di situlah letak nilainya. Pendidikan membutuhkan keberanian untuk tidak tergesa-gesa, untuk tetap berpijak pada nalar, dan untuk menempatkan kepentingan siswa di atas segalanya. Sekolah harus tetap bernapas dengan interaksi, dengan kehadiran, dan dengan makna.

*) Jenia Ghaziah adalah mahasiswa Prodi PGSD-2024 FIP Universitas Negeri Padang (UNP) Sumbar, pemerhati sosial-pendidikan.


TOPIK blended learningInteraksi Sosialkarakter siswakebijakan pendidikankesenjangan digitallearning lossliterasi siswaopini pendidikanpascapandemipembelajaran daringPendidikanpendidikan dasarpendidikan IndonesiaSekolah tatap mukaTeknologi Pendidikan

Baca Juga

Membangun Budaya Transparansi Badan Publik dari Kepatuhan Menuju Kebutuhan

Membangun Budaya Transparansi Badan Publik dari Kepatuhan Menuju Kebutuhan

Senin, 08 Juni 2026 | 05:36 WIB
Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

Minggu, 07 Juni 2026 | 15:20 WIB
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:00 WIB
100 Tahun Jam Gadang: Arah Masa Depan Kota Bukittinggi

100 Tahun Jam Gadang: Arah Masa Depan Kota Bukittinggi

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:00 WIB
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:29 WIB
Saat Microteaching Tak Lagi Cukup: Tantangan Calon Guru di Era AI dan Media Sosial

Saat Microteaching Tak Lagi Cukup: Tantangan Calon Guru di Era AI dan Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:11 WIB
Leave Comment

#TERPOPULER

  • Kereta Wisata Padang Panjang Meluncur di Jalur Rel Lama, Diharapkan Jadi Daya Tarik Baru

    248 Kilometer Rel Mati di Sumbar Direncanakan Hidup Lagi, Investasi Awal Rp300 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seribuan Warga Datangi Mapolres Sijunjung Terkait Dugaan Penganiayaan dan Pemberitaan Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video: Cekcok Diduga Bidan Desa dan Warga Soal Biaya Persalinan di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh, Seorang Pria Diduga Diamuk Warga di Sijunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Fakta Menarik Tentang Kereta Api Wisata Danau Singkarak

Nostalgia Kereta Wisata Danau Singkarak, Kini Jalurnya Masuk Rencana Reaktivasi Prabowo

Senin, 08 Juni 2026 | 18:01 WIB
Dijebak Polisi Pura-Pura Beli Sabu-Sabu, Pengedar Narkoba di Pesisir Selatan Ditangkap

Dijebak Polisi Pura-Pura Beli Sabu-Sabu, Pengedar Narkoba di Pesisir Selatan Ditangkap

Senin, 08 Juni 2026 | 17:54 WIB
Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar Mulai Dikaji, Ada Opsi Pakai Kereta Api Gantung

248,5 Kilometer Jalur Kereta di Sumbar Akan Direaktivasi, Ini Daftar Rutenya

Senin, 08 Juni 2026 | 17:38 WIB
Waspada! Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sumbar hingga 17 April 2026

Panas Menyengat Mulai Mereda, BMKG Prediksi Hujan Guyur Sumbar

Senin, 08 Juni 2026 | 17:32 WIB
Rupiah Kian Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.180 pada Perdagangan Senin

Rupiah Kian Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.180 pada Perdagangan Senin

Senin, 08 Juni 2026 | 17:17 WIB
Next Post
Dari Hobi Melukis, Viroom Craft Tumbuh Jadi UMKM Fashion Kreatif di Tanah Datar

Dari Hobi Melukis, Viroom Craft Tumbuh Jadi UMKM Fashion Kreatif di Tanah Datar

Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id