Jumat, 23 Januari 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Mengintip Bahaya Terselubung di Balik Data Tunggal Nasional

Oleh : Redaksi
Rabu, 10 Desember 2025 | 16:29 WIB
in Artikel & Opini
Ilustrasi data. Ilustrasi: AI

Ilustrasi data. Ilustrasi: AI


Oleh: Muhibbullah Azfa Manik*

Kita semua tahu betapa kusutnya urusan data di negeri ini. Selama bertahun-tahun data sosial ekonomi Indonesia ibarat tiga kapal yang berlayar ke arah yang berbeda-beda: ada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Masing-masing memuat angka yang tak pernah benar-benar sinkron. Ketika pemerintah hendak menyalurkan bantuan, ketidaksinkronan data itu berujung pada tragedi sosial yang berulang: penerima bantuan sosial (bansos) fiktif, warga miskin yang secara ajaib hilang dari daftar, dan keluarga yang berulang-ulang ditolak dengan alasan tidak terdaftar.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyebut Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai jalan pintas yang elegan untuk mengakhiri kekacauan tersebut. Sebuah data tunggal, satu rujukan untuk seluruh kebijakan sosial, dan satu kebenaran tentang kondisi ekonomi rakyat Indonesia. Di atas kertas, dengan DTSEN, data keluarga akan dikumpulkan, dipadankan, disempurnakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan ditautkan dengan identitas tunggal. Semua program sosial kemudian akan merujuk pada satu basis data yang rapi, bersih, dan modern. Namun, bagi mereka yang akrab dengan dinamika politik dan birokrasi Indonesia, kerapian biasanya hanya berlaku pada presentasi PowerPoint semata, bukan pada implementasi di lapangan.

Janji data tunggal: satu kebenaran, satu negara

Kebutuhan akan reformasi data memang nyata adanya. Kita tidak bisa lagi menoleransi kebocoran bansos yang sudah menjadi noda permanen dalam wajah kesejahteraan sosial kita. Namun, di balik kemasan megah solusi data tunggal itu, kita harus sadar bahwa data tidak pernah lahir dalam ruang hampa yang netra.

BACAJUGA

Ijazah Jokowi, Negara, dan Keberanian Membuka Tirai

Isra’ Mi’raj dan Krisis Akhlak Republik

Data, pada dasarnya, adalah hasil interpretasi: survei, wawancara, proses input, hingga penilaian yang diselimuti subjektivitas. Ada fakta di lapangan tentang keluarga yang terlalu malu untuk mengakui kemiskinan mereka, tentang enumerator yang terburu-buru mengisi data secara asal-asalan, bahkan tentang pemerintah daerah yang sengaja memanipulasi kategori kemiskinan untuk mengejar angka kinerja daerahnya. Ada pula pejabat lokal yang memiliki kuasa untuk memutuskan siapa yang secara administratif “dibuat miskin” dan siapa yang “tidak miskin”. Ketika data hasil kompromi, bahkan manipulasi lokal, itu disulap menjadi data tunggal, kita seolah-olah sedang menobatkan data tersebut sebagai satu-satunya kebenaran nasional yang tak terbantahkan.

Di sanalah bahaya sesungguhnya mulai mengendap. Jika DTSEN sedari awal tidak akurat, semua kebijakan yang disandarkan padanya sudah pasti akan salah arah. Lebih jauh lagi, jika data itu terbukti diskriminatif, bantuan sosial yang disalurkan pun akan menjadi diskriminatif. Jika DTSEN bocor, privasi warga menjadi korban. Yang paling mengkhawatirkan, jika data tunggal itu dimanipulasi oleh pihak yang berkepentingan, ia tak ubahnya menjadi tiket politik atau alat barter proyek yang dibungkus dengan legitimasi “data negara”.

Ketika algoritma mengalahkan nurani

DTSEN berpotensi mengabaikan dimensi kemanusiaan karena data tidak sepenuhnya hidup bersama dengan kenyataan. Bayangkan saja seorang buruh serabutan dengan tiga anak; penghasilannya fluktuatif, yang di atas kertas mungkin terlihat cukup, tetapi di dunia nyata keluarganya kerap kekurangan makan. Jika DTSEN mengklasifikasikannya sebagai “tidak miskin” berdasarkan rata-rata penghasilan, pintu bantuan sosial akan tertutup rapat baginya. Contoh lain, bayangkan seorang ibu tunggal yang jatuh miskin sejak pandemi tetapi belum sempat memperbarui data; jika DTSEN menyatakan ia “layak tapi tidak prioritas”, nasibnya bergantung pada baris tabel di sebuah database.

Data yang tidak mampu menangkap dinamika hidup orang miskin hanya akan menciptakan kekerasan administratif baru. Kita sudah sering menyaksikan betapa kejamnya birokrasi yang berlindung di balik kalimat sakti: “Sudah sesuai data, Bu,” ketika menolak permohonan bantuan. Dalam konteks ini, DTSEN berpotensi menjadi mekanisme penyisihan, alih-alih perlindungan yang dijanjikan.

Potensi penyalahgunaan: ketika data jadi senjata politik

Masalah paling serius DTSEN bukan pada teknologi canggih yang digunakan, melainkan pada kuasa absolut yang didapat oleh pihak yang mengendalikan data. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa setiap proyek besar yang tampak mulia hampir selalu memiliki pintu samping untuk kepentingan gelap.


12Next
TOPIK akurasi data kemiskinanaudit data independenbansos tidak tepat sasaranbias data sosial ekonomiBPS DTSENdata kemiskinan Indonesiadata sebagai alat politikData Tunggal Sosial Ekonomi NasionalDTKSDTSENintegritas data pemerintahkebijakan sosial berbasis datakebocoran data bansoskemiskinan struktural Indonesiamanipulasi data kemiskinanP3KEpengawasan data publikpenyalahgunaan data pemerintahpolitik data Indonesiapotensi manipulasi penerima bansosprivasi data wargareformasi data sosialRegsosekrisiko data tunggaltransparansi data sosial

Baca Juga

Ijazah Jokowi, Negara, dan Keberanian Membuka Tirai

Ijazah Jokowi, Negara, dan Keberanian Membuka Tirai

Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:09 WIB
Isra’ Mi’raj dan Krisis Akhlak Republik

Isra’ Mi’raj dan Krisis Akhlak Republik

Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:43 WIB
Menakar Harga Sebuah Kedaulatan melalui Nilai Tukar Mata Uang

Menakar Harga Sebuah Kedaulatan melalui Nilai Tukar Mata Uang

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:03 WIB
Menyebrangi Masa Sulit Pascabencana dengan Jembatan Gantung

Menyebrangi Masa Sulit Pascabencana dengan Jembatan Gantung

Kamis, 15 Januari 2026 | 06:00 WIB
Benarkah Orang Minang Tak Sehebat Dulu?

Benarkah Orang Minang Tak Sehebat Dulu?

Rabu, 14 Januari 2026 | 08:00 WIB
Rokok Ilegal dan Ekonomi Bayangan: Ketika Negara Kalah oleh Industrinya Sendiri

Rokok Ilegal dan Ekonomi Bayangan: Ketika Negara Kalah oleh Industrinya Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:53 WIB
Next Post
Genangan dan Kenaikan Debit Sungai Terjadi di Padang, Hujan Deras Masih Berlanjut

Genangan dan Kenaikan Debit Sungai Terjadi di Padang, Hujan Deras Masih Berlanjut

Leave Comment

#TERPOPULER

  • 8 Perusahaan Kehutanan dan Perkebunan di Sumbar Dicabut Izinnya, Tersebar di Empat Kabupaten

    8 Perusahaan Kehutanan dan Perkebunan di Sumbar Dicabut Izinnya, Tersebar di Empat Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakes RSUD Dharmasraya Keluhkan Jasa Medis Belum Dibayar 9 Bulan, Desak Pemda Audit Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hendak Ambil Arus Listrik, Dua Warga Sijunjung Tersetrum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Bakar Mobil Terduga Pencuri Kambing di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas Antam Naik Lagi, Sudah Semahal Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Curi 4 Aki Truk Pengangkut Sampah, Warga Pesisir Selatan Ditangkap

Curi 4 Aki Truk Pengangkut Sampah, Warga Pesisir Selatan Ditangkap

Jumat, 23 Januari 2026 | 21:39 WIB
Tiga Pria di Pesisir Selatan Tertangkap Tangan Pakai Sabu-Sabu dalam Rumah

Tiga Pria di Pesisir Selatan Tertangkap Tangan Pakai Sabu-Sabu dalam Rumah

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:06 WIB
DPRD Padang Minta Transparansi dan Dampak Nyata Program CSR PT Semen Padang

DPRD Padang Minta Transparansi dan Dampak Nyata Program CSR PT Semen Padang

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:10 WIB
Rumahnya Terbakar, Pedagang di Pesisir Selatan Jual Ayam di Pasar Saat Kebakaran Terjadi

Rumahnya Terbakar, Pedagang di Pesisir Selatan Jual Ayam di Pasar Saat Kebakaran Terjadi

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:06 WIB
Prabowo: Banyak Rakyat Tinggal di Gubuk dan Makan Nasi Garam, Namun Mereka Tersenyum

Prabowo: Banyak Rakyat Tinggal di Gubuk dan Makan Nasi Garam, Namun Mereka Tersenyum

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:47 WIB
Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2025 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2025 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id