Senin, 9 Februari 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Menakar Harga Sebuah Kedaulatan melalui Nilai Tukar Mata Uang

RedaksiOleh : Redaksi
Jumat, 16 Januari 2026 | 08:03 WIB
in Artikel & Opini

Oleh: Muhibbullah Azfa Manik*

Ketika kurs Rupiah merangkak naik mendekati ambang Rp17.000 per dolar AS pada Januari 2026, suasana di pasar keuangan bukan sekadar “renyah” oleh diskusi, melainkan jugategang oleh ketidakpastian yang mencekam. Angka Rp16.865 hingga Rp16.995 bukan sekadar statistik di layar monitor, melainkan alarm bagi rapuhnya ketahanan ekonomi nasional kita. Tekanan yang terjadi sejak awal 2025 hingga puncaknya di awal 2026 ini menunjukkan bahwa meskipun kita merasa telah belajar dari sejarah, pondasi ekonomi kita ternyata masih berdiri di atas pasir isap likuiditas global.

Fenomena itu memaksa kita untuk jujur melihat cermin: sejauh mana ekonomi Indonesia benar-benar mandiri, ataukah kita hanya sekoci kecil yang terombang-ambing di tengah badai kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed)? Melemahnya Rupiah bukan sekadar masalah teknis moneter, melainkan juga manifestasi dari kegagalan kita dalam membangun kemandirian industri dan kedaulatan mata uang yang sejati.

Menurut teori klasik, eksportir komoditas seperti sawit, karet, dan batubara sering disebut sebagai pihak yang “menangguk untung” saat Rupiah merosot. Narasi itu sering digunakan pemerintah untuk menenangkan publik bahwa ada sisi positif dari pelemahan mata uang. Namun, jika kita bedah lebih dalam, keuntungan itu sering kali bersifat semu dan tidak dinikmati secara merata. Banyak perusahaan eksportir kita yang biaya produksinya, dari pupuk, pestisida, alat berat, hingga biaya logistik, masih sangat bergantung pada komponen impor yang harganya ikut melonjak seiring penguatan dolar. Akhirnya, margin keuntungan yang diharapkan justru tergerus oleh inflasi biaya produksi (cost-push inflation).

Begitu pula dengan sektor pariwisata. Memang benar Indonesia menjadi “lebih murah” bagi wisatawan mancanegara. Namun, industri pariwisata yang sehat tidak bisa hanya mengandalkan “diskon mata uang”. Jika daya beli masyarakat lokal hancur akibat harga kebutuhan pokok yang melambung, industri pariwisata domestik yang menjadi tulang punggung selama ini justru akan lumpuh. Kita tidak bisa terus-menerus merayakan pelemahan mata uang sebagai peluang kompetitif karena hal itu sama saja dengan mengakui bahwa nilai jual bangsa ini hanyalah pada “murahnya” sumber daya dan keringat tenaga kerja kita. Menjadikan kemiskinan nilai tukar sebagai daya tarik wisata merupakan strategi yang merendahkan martabat ekonomi nasional.

BACAJUGA

Radical Break: Saat Sebuah Bangsa Berani Memutus Masa Lalu

Adidas dan Puma, Kisah Dua Saudara Produsen Sepatu Dunia

Dampak paling nyata dan menyakitkan dirasakan oleh jutaan rakyat di akar rumput yang tidak mengerti kerumitan indeks Dolar. Kenaikan harga barang bukan lagi sekadar ancaman di koran, melainkan juga kenyataan pahit di dapur. Indonesia masih terjebak dalam ketergantungan impor bahan baku industri yang kronis. Dari gandum, kedelai, hingga komponen elektronik dan bahan kimia obat, semuanya harus dibayar dengan Dolar. Ketika Rupiah ambruk, UMKM merupakan korban pertama; mereka terhimpit di antara kenaikan harga bahan baku dan daya beli masyarakat yang kian mencekik. Banyak dari mereka terpaksa mengurangi porsi atau kualitas produk, yang pada akhirnya memicu penurunan standar konsumsi nasional.

Secara makro, pemerintah pun menghadapi dilema fiskal yang sangat akut. Utang luar negeri dalam denominasi Dolar membengkak secara otomatis tanpa ada penambahan satu kilometer jalan tol pun. Dengan defisit anggaran tahun 2025 yang sudah mendekati batas konstitusional 3 persen, setiap Rupiah yang melemah berarti pemangkasan ruang belanja untuk layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Di titik itu stabilitas ekonomi bukan lagi sekadar urusan teknis Bank Indonesia, melainkan taruhan politik yang besar. Ketidakmampuan menjaga nilai tukar merupakan pupuk bagi polarisasi sosial. Sejarah membuktikan bahwa perut yang lapar dan dompet yang kosong adalah penggerak utama ketidakpuasan publik yang bisa meledak menjadi instabilitas politik kapan saja.

Belajar dari sejarah

Sejarah mencatat bahwa krisis 1998 dan gejolak 2008 bermula dari fragilitas sistem keuangan yang terlalu terbuka terhadap modal asing. Bedanya, tekanan tahun ini ialah akumulasi dari beban struktural yang tak kunjung tuntas. Kita selalu membanggakan pertumbuhan ekonomi pada angka 5 persen. Namun, pertumbuhan itu keropos karena ditopang oleh konsumsi yang bahan bakunya diimpor dan investasi yang modalnya bisa ditarik keluar dalam semalam (hot money). Intervensi Bank Indonesia melalui pasar valas dan transaksi Non-Delivery Forward (NDF) memang diperlukan sebagai “pemadam kebakaran”. Namun, intervensi itu memakan cadangan devisa yang dikumpulkan dengan susah payah dari keringat rakyat.

Kita harus berani mempertanyakan secara kritis: mengapa setelah hampir delapan dekade merdeka, ekonomi kita masih begitu sensitif terhadap setiap “batuk kecil” dari kebijakan moneter di Washington? Ketergantungan pada Dolar merupakan bentuk kerentanan kedaulatan yang nyata. Selama kita masih menggunakan dolar untuk membeli minyak atau kedelai dari negara tetangga, selama itu pula leher ekonomi kita dicengkeram oleh kebijakan negara lain. Pelemahan Rupiah menuju Rp17.000 seharusnya menjadi tamparan keras bahwa kebijakan hilirisasi yang selama ini didengungkan belum cukup kuat untuk menahan rembesan krisis global jika tidak dibarengi dengan penguatan industri hulu ke hilir yang terintegrasi.


12Next
TOPIK analisis ekonomi IndonesiaBank Indonesiacadangan devisadampak pelemahan rupiahdaya beli masyarakatdefisit anggaranekonomi Indonesia 2026hilirisasi industriinflasi imporintervensi pasar valasKebijakan moneterkebijakan The Fedkedaulatan ekonomikemandirian ekonomi Indonesiaketahanan ekonomi nasionalketergantungan dolar ASkrisis rupiahkurs dolar ASlocal currency settlementnilai tukar rupiahopini ekonomipelemahan rupiah 2026Rupiah Melemahrupiah menuju 17000stabilitas ekonomi nasionalsubstitusi importekanan ekonomi globalUMKM terdampak rupiahUtang Luar Negeri Indonesia

Baca Juga

Radical Break: Saat Sebuah Bangsa Berani Memutus Masa Lalu

Radical Break: Saat Sebuah Bangsa Berani Memutus Masa Lalu

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:07 WIB
Adidas dan Puma, Kisah Dua Saudara Produsen Sepatu Dunia

Adidas dan Puma, Kisah Dua Saudara Produsen Sepatu Dunia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:45 WIB
Kisah Airwalk dan Vans, Ketika Merek Memilih Uang dan Melupakan Makna

Kisah Airwalk dan Vans, Ketika Merek Memilih Uang dan Melupakan Makna

Jumat, 06 Februari 2026 | 10:00 WIB
Intelektual di Antara Jurnal, Buku, dan Opini Publik

Intelektual di Antara Jurnal, Buku, dan Opini Publik

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:00 WIB
Sekolah Kita Sedang Krisis

Sekolah Kita Sedang Krisis

Selasa, 03 Februari 2026 | 00:00 WIB
Kewarganegaraan Maritim: Jati Diri Bangsa yang Terlupakan

Kewarganegaraan Maritim: Jati Diri Bangsa yang Terlupakan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:36 WIB
Leave Comment

#TERPOPULER

  • Dua Anak Tewas Tenggelam di Objek Wisata Limapuluh Kota

    Dua Anak Tewas Tenggelam di Objek Wisata Limapuluh Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Maut di Kabupaten Solok, Sopir Minibus Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang PNS di Padang Ditemukan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lama Tak Keluar Kamar, Seorang IRT di Padang Ditemukan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Pengeroyokan Pelajar di Pesisir Selatan Terekam CCTV, Ini Kata Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Warga Kerinci Hanyut di Sungai Solok Selatan Dihentikan

Tujuh Hari Tak Ditemukan, Pencarian Warga Kerinci Hanyut di Sungai Solok Selatan Dihentikan

Senin, 09 Februari 2026 | 14:50 WIB
Tes Kehamilan di Sekolah, Seorang Siswi MAN di Solok Selatan Hamil 8 Bulan

Tes Kehamilan di Sekolah, Seorang Siswi MAN di Solok Selatan Hamil 8 Bulan

Senin, 09 Februari 2026 | 13:54 WIB
Sejumlah Pendaki Asal Padang dan Solok Ditangkap di TWA Gunung Singgalang

Sejumlah Pendaki Asal Padang dan Solok Ditangkap di TWA Gunung Singgalang

Senin, 09 Februari 2026 | 11:43 WIB
Empat Beruang Berkeliaran di Pasaman, Warga Takut Pergi ke Ladang

Empat Beruang Berkeliaran di Pasaman, Warga Takut Pergi ke Ladang

Senin, 09 Februari 2026 | 10:50 WIB
Mobil Peziarah Terguling Masuk Parit di Jalan Batusangkar–Padang Panjang

Mobil Peziarah Terguling Masuk Parit di Jalan Batusangkar–Padang Panjang

Senin, 09 Februari 2026 | 10:00 WIB
Next Post
Wali Kota Padang Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Wali Kota Padang Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id