Selasa, 17 Maret 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Melihat Masalah di Indonesia, Iblis Pun Minta Pensiun

RedaksiOleh : Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:02 WIB
in Artikel & Opini
Ilustrasi iblis angkat koper dari Indonesia. Ilustrasi: AI

Ilustrasi iblis angkat koper dari Indonesia. Ilustrasi: AI


Oleh: Hendrizal

Bayangkan iblis menulis surat resmi begini: “Dengan hormat, saya mengundurkan diri. Pekerjaan menggoda manusia di negeri ini sudah tidak relevan lagi.” Mungkin surat itu terdengar aneh dan lucu. Akan tetapi, ada sisi kelam yang perlu kita renungi: kalau benar sang penipu agung memilih pensiun karena manusia sudah melampaui target rayuannya, itu berarti kita hidup di tanah tempat batas-batas moral sudah terkikis.

Korupsi besar-besaran yang terkuak akhir-akhir ini memberikan alasan pada humor gelap itu. Indeks Persepsi Korupsi terbaru menempatkan Indonesia di angka skor 37 (cukup jauh dari ideal) dan berada di peringkat hampir tengah dari 180 negara. Artinya, masalah korupsi masih nyata dan sistemik, bukan sekadar ulah segelintir oknum.

Lebih menyakitkan lagi, skandal-skandal di sektor energi dan BUMN yang terungkap dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan potensi kerugian negara yang sangat besar. Jumlahnya puluhan sampai ratusan triliun Rupiah dalam kasus-kasus tertentu, yang merobek kepercayaan publik dan anggaran untuk layanan dasar.

Di ranah lain, persoalan kemanusiaan juga menguat. Catatan tahunan lembaga pengawas kekerasan terhadap perempuan memperlihatkan ratusan ribu kasus terdokumentasi sejak 2024. Itu kenaikan yang tak bisa kita padamkan dengan slogan. Bukan hanya statistik, angka itu merupakan hidup yang retak: anak-anak kehilangan keamanan, keluarga tercerai-berai, korban yang sering kali tak mendapat pemulihan layak. Sementara itu, penegakan hukum dan sistem pelaporan masih sering membuat korban enggan melapor.

BACAJUGA

THR, Gelar Griya, dan Wajah Sosial Lebaran Indonesia

Pancasila dan Pengalaman Anak: Mentransformasi Nilai Jadi Sikap

Mengapa iblis tidak perlu lagi bekerja keras menggoda manusia Indonesia? Karena kondisi struktural dan budaya memberi ruang luas untuk tindakan amoral. Ketika tender proyek bisa dipaketkan untuk menguntungkan segelintir, ketika audit bisa diabaikan, ketika pengawasan lemah, saat itu godaan berubah menjadi jalan tol. Ini bukan hanya soal seseorang yang tergoda, melainkan soal bagaimana sistem dan rutinitas sehari-hari membuka peluang ekonomi untuk korupsi dan kekerasan. Dalam konteks seperti itu, iblis tidak perlu berusaha merayu karena banyak orang sudah berperilaku seolah-olah bahwa godaan merupakan sesuatu yang wajar dan patut dimaksimalkan.

Masalahnya bukan hanya skala besar yang menggerogoti anggaran. Bahaya yang lebih licin ialah normalisasi kebiasaan kecil: memperkaya diri lewat “biaya tak resmi”, memperlakukan konflik kepentingan sebagai hal biasa atau menutup mata ketika ada indikasi yang salah. Ketika kebiasaan-kebiasaan micro-corruption itu tersebar, budaya integritas jadi lapuk. Ketika budaya sudah lapuk, korupsi besar pun tidak lagi jarang melainkan prosedur yang perlu dipraktikkan. Karena itu, lucu sekaligus memilukan jika iblis jadi penganggur sebab kita sendiri yang sudah memproduksi godaan setiap hari.

Apa yang harus dilakukan agar “pensiunnya iblis” menjadi tanda kemenangan, bukan tragedi? Pertama, transparansi bukan sekadar kata kunci. Ia harus menjadi standar operasional. Laporan keuangan terbuka, pengadaan publik yang dapat diakses, dan sistem audit yang independen perlu dipaksa bekerja tanpa celah. Kedua, penegakan hukum harus konsisten dan tak pandang bulu. Penegakan hukum yang tegas terhadap koruptor dan pelaku kekerasan bisa memberi efek jera kolektif yang nyata. Ketiga, pendidikan karakter harus kembali menjadi prioritas, bukan hanya pelajaran moral formal, melainkan juga pembiasaan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati sejak usia dini. Keempat, ruang publik dan media massa harus menjalankan fungsi pengawasan kritis, bukan sekadar mengejar sensasi atau menyudutkan korban.

Namun, reformasi teknis saja tidak cukup tanpa keberanian kolektif. Kita mesti meninjau ulang pilihan sehari-hari: siapa yang kita pilih untuk menjadi pemimpin? Apakah kita menuntut akuntabilitas pada lembaga publik? Apakah kita memberi ruang dan perlindungan untuk pelapor pelanggaran? Masyarakat sipil (dari LSM sampai wartawan) harus terus mengangkat isu-isu penting dan menekan agar kebijakan tidak menjadi kamuflase untuk praktik buruk.


12Next
TOPIK budaya integritas dan antikorupsiIblis minta pensiun metaforaIndeks Persepsi Korupsi Indonesia 37kasus korupsi sektor energikekerasan terhadap perempuan di Indonesiakritik moral bangsamasyarakat sipil dan pengawasan publikmicro corruption di Indonesiaopini Hendrizalopini korupsi Indonesiapendidikan karakter dan etikapenguatan audit independenperan media massa dan LSMperingkat korupsi 180 negaraperlindungan pelapor pelanggaranreformasi sistem hukum Indonesiaskandal BUMN terbarutransparansi dan akuntabilitas publikUniversitas Bung Hatta

Baca Juga

THR, Gelar Griya, dan Wajah Sosial Lebaran Indonesia

THR, Gelar Griya, dan Wajah Sosial Lebaran Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB
2 Sekolah Rakyat Akan Dibuka di Sumbar Tahun Ajaran 2025/2026, Ini Kriteria Calon Siswa dan Tahap Seleksi!

Pancasila dan Pengalaman Anak: Mentransformasi Nilai Jadi Sikap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:00 WIB
Inflasi Gelar Adat Minangkabau

Inflasi Gelar Adat Minangkabau

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:25 WIB
Sekolah Kita Sedang Krisis

Pentingnya Sekolah Mengajarkan Refleksi Diri di Akhir Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:46 WIB
Pembelajaran Pancasila yang Menyenangkan bagi Siswa di Sekolah: Sebuah Gagasan

Pembelajaran Pancasila yang Menyenangkan bagi Siswa di Sekolah: Sebuah Gagasan

Selasa, 10 Maret 2026 | 08:01 WIB
Hotel Syariah dan Pasar yang Terus Tumbuh

Hotel Syariah dan Pasar yang Terus Tumbuh

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:55 WIB
Leave Comment

#TERPOPULER

  • Pemerintah Nagarinya Minta THR ke Bank, Wali Nagari di Pesisir Selatan Mohon Maaf

    Pemerintah Nagarinya Minta THR ke Bank, Wali Nagari di Pesisir Selatan Mohon Maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Asal Sumbar Masuk Jurang di Sumsel, Ini Identitas Korban Tewas dan Luka-Luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Asal Sumbar Terperosok ke Jurang di Sumatera Selatan, Satu Orang Dikabarkan Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologi Bus Asal Sumbar Bawa 36 Penumpang Terperosok ke Jurang di Sumatera Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenalan Lewat Aplikasi, Pria Asal Pasaman Sodomi Anak Bawah Umur di Padang Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Gudang Gas di Pasaman Barat Terbakar, Tabung Gas Meledak, Kaki Warga Terbakar

Gudang Gas di Pasaman Barat Terbakar, Tabung Gas Meledak, Kaki Warga Terbakar

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:49 WIB
THR, Gelar Griya, dan Wajah Sosial Lebaran Indonesia

THR, Gelar Griya, dan Wajah Sosial Lebaran Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumbar Juara Favorit di Ajang Dai Cahaya Muda Indonesia

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumbar Juara Favorit di Ajang Dai Cahaya Muda Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:05 WIB
Sepanjang 2026, Tiga Orang Tewas di Perlintasan Kereta Api di Padang

Sepanjang 2026, Tiga Orang Tewas di Perlintasan Kereta Api di Padang

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:00 WIB
Haru, Udin Remaja Tunarungu di Padang Pariaman Akhirnya Bisa Mendengar Berkat Bantuan Pemkab

Haru, Udin Remaja Tunarungu di Padang Pariaman Akhirnya Bisa Mendengar Berkat Bantuan Pemkab

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:00 WIB
Next Post
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp50.000, Buyback Ikut Melonjak

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp50.000, Buyback Ikut Melonjak

Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id