Oleh: Muhibbullah Azfa Manik*
Bagi seorang perantau Minangkabau, pulang bukan sekadar perjalanan fisik, melainakn bentuk pertanggungjawaban.
Ia datang tanpa iring-iringan. Sebuah tas kecil di tangan, sandal yang sudah lama dipakai berjalan di trotoar kota. Di beranda rumah gadang, ia menyalami yang tua lebih dulu, lalu duduk agak ke pinggir. Orang kampung mengenalnya: seorang perantau yang lama tinggal di kota. Akan tetapi, tak banyak yang tahu apa sebenarnya pekerjaannya. Begitulah biasanya seorang perantau teladan pulang.
Di Minangkabau, merantau bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan bagian dari cara sebuah masyarakat mendidik warganya. Sejak dulu laki-laki Minang didorong keluar dari nagari bukan untuk meninggalkan kampung, melainkan untuk mengujinya. Di rantau, seseorang belajar berdiri sendiri, mengenal dunia yang lebih luas, dan membuktikan bahwa ia layak membawa nama keluarga dan sukunya.
Pepatah lama menyebutkan: karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di kampuang paguno balun. Merantau dulu, baru pulang membawa guna.
Namun, tidak semua perjalanan pulang membawa arti. Ada yang pulang dengan mobil mahal, tetapi tak lagi mengenal tetangga lamanya. Ada yang kembali hanya saat hari raya, sekadar menampakkan keberhasilan. Kampung menjadi panggung singkat untuk pamer, bukan ruang untuk dirawat.
Di antara mereka, ada juga yang berbeda. Mereka inilah yang sering disebut masyarakat sebagai perantau teladan.
Di kota, seorang perantau Minangkabau sering memulai dari bawah. Ia bisa saja menjadi pedagang kaki lima di pasar, sopir, teknisi, pegawai kecil, atau pekerja apa saja yang tersedia. Banyak yang hidup di kamar sempit, berbagi ruang dengan sesama perantau, menabung sedikit demi sedikit.
Rantau mengajarkan sesuatu yang jarang diajarkan di kampung: kerasnya persaingan. Di sana orang belajar bagaimana bekerja tanpa bergantung pada keluarga. Ia belajar menghadapi kegagalan tanpa banyak tempat mengadu. Ia juga belajar bahwa nama baik merupakan modal yang lebih berharga daripada uang.














