Sumbarkita – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali menjadi sorotan di Kota Pariaman. Merespon hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bergerak cepat memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya, sekaligus memperkuat langkah pencegahan di tingkat masyarakat.
Salah satu kasus terbaru menimpa anak berusia 12 tahun di Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur. Kasus ini melibatkan guru honeree di daerah tersebut, yang hingga hingga kini menjadi buronan polisi. Peristiwa ini memicu keprihatinan banyak pihak, termasuk Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Ia yang menegaskan pentingnya peran bersama dalam melindungi generasi muda.
“Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga anak-anak kita. Pemerintah, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus bersatu menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya, Senin (3/11).
Yota menyebut, Pemko Pariaman tidak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan pemulihan menyeluruh bagi korban. Pemerintah memberikan dukungan psikologis dan sosial agar anak yang menjadi korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Anak-anak korban kekerasan tidak boleh kehilangan masa depannya. Pemerintah akan memastikan mereka tetap mendapat akses pendidikan, pendampingan, dan kasih sayang yang layak,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemko Pariaman menggandeng organisasi Bundo Kanduang, lembaga pendidikan, serta kelompok pemuda dalam program edukasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual serta perilaku berisiko di kalangan remaja.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan jauh lebih penting. Lingkungan yang peduli dan terbuka akan membuat anak-anak merasa aman untuk berbicara jika mengalami pelecehan,” jelas Yota.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menutup mata terhadap kasus kekerasan yang terjadi di sekitar mereka. Pemko Pariaman telah menyiapkan saluran pengaduan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta layanan terpadu bagi korban kekerasan.
“Pariaman adalah rumah kita bersama. Mari jadikan kota ini sebagai tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak,” imbuhnya.













