Padang – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus menggelar aksi di depan rektorat kampus tersebut, Rabu (15/11). Mahasiswa mempertanyakan desas-desus dan gonjang-ganjing dugaan korupsi di Kampus Tiga UIN IB yang sedang menjadi perbincangan.
Selain itu mahasiswa juga menyuarakan terkait tata kelola kampus yang amburadul dan matinya demokrasi di kampus.
“Ini adalah keresahan mahasiswa yang harus sama-sama kita suarakan,” kata Korlap Aksi, Mardian.
Mardian menyebut, mahasiswa resah dengan desas-desus terkait dugaan korupsi yang terjadi di kampus mereka.
“Makanya kami melakukan aksi untuk mempertanyakan langsung kepada rektor, karena kami tidak mau ada yang ditutupi nantinya. Benar atau tidaknya dugaan tersebut tentu rektor yang bisa menjawab sebagai pimpinan kampus,” ujarnya.
Sementara itu kata salah satu orator aksi, Mulya Hidayat mengatakan bahwa UIN IB Padang sedang tidak baik-baik saja. Indikasinya, ada dugaan korupsi yang sedang terjadi di kampus ini.
“Kami mendapat kabar pada bulan September kemaren intel dari Kejaksaan Negeri Padang sudah masuk ke dalam kampus. Namun sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutannya. Begitupun dengan pihak kampus yang belum mengeluarkan statemen atas kedatangan intel dari kejaksaan tersebut,” kata Mulya.
Dia melanjutkan, karena itu pihaknya melakukan aksi sebagai bentuk kecintaan kepada kampus.
“Ya kalau tidak kita siapa lagi yang akan menyuarakan keresahan ini. Kita setiap semesternya bayar UKT sebagai kewajiban tentu ada hak yang kita dapatkan. Apakah itu fasilitas yang layak atau sebagainya,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, mahasiswa membawa sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan seputar gonjang-ganjing isu dugaan korupsi diantaranya ‘Tata kelola kampus?, Mahasiswa jadi korban dan Matinya demokrasi kampus.













