Sumbarkita – SDN 10 Batang Gasan di Padang Pariaman dihantam longsor pada Minggu (23/11/2025) siang. Akibatnya, satu ruang kelas rusak.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menjelaskan bahwa hujan lebat yang mengguyur Batang Gasan, Padang Pariaman, sejak Sabtu (22/11/2025) pagi menyebabkan tanah di belakang SDN 10 Batang Gasan jenuh air dan akhirnya runtuh pada Minggu (23/11/2025) siang. Ia menyebut bahwa kondisi tanah yang labil memicu longsoran dari tebing setinggi beberapa meter yang berada tepat di belakang sekolah.
“Curah hujan sangat tinggi membuat struktur tanah tidak stabil. Tebing itu akhirnya runtuh dan mengenai bagian bangunan ruang kelas SDN 10 Batang Gasan,” ujar Emri.
Emri memastikan bahwa satu ruang kelas mengalami kerusakan berat karena dindingnya jebol. Ia mengatakan bahwa bangunan itu tidak bisa digunakan sementara waktu sebab posisinya sangat dekat dengan sumber longsor.
“Kami khawatir tebing masih berpotensi bergerak,” katanya.
Emri mengatakan bahwa akibat longsor itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah itu berpotensi terganggu. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan penyelenggara sekolah untuk menentukan apakah kegiatan belajar akan dipindahkan sementara ke bangunan lain atau menggunakan ruang darurat.
Untuk membersihkan material longsor, kata Emri, BPBD Padang Pariaman langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi sesaat setelah mendapatkan laporan.
“Kami sudah melakukan asesmen awal, mengidentifikasi kerusakan, dan memetakan langkah penanganan. Pembersihan material longsor menjadi prioritas pertama,” tutur Emri.














