Sumbarkita – Delegasi lingkungan hidup Korea Selatan bersama Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) Indonesia meninjau potensi pemanfaatan gas metan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (12/8/2026).
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan Chief Representative KEITI Indonesia Kang Min Soo bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan dan Konsulat Perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatera.
Kunjungan tersebut untuk melihat langsung potensi gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah, khususnya pada zona atau sel-sel sampah yang sudah tidak aktif.
Kepala UPTD TPA dan IPLT Aia Dingin, Syahrial, mengatakan rencana pemanfaatan gas metan tersebut diarahkan untuk dikembangkan menjadi pembangkit tenaga listrik yang nantinya dapat disalurkan ke PT PLN (Persero).
“Pada hari ini kita dikunjungi tim dari Korea Selatan yang rencananya akan melaksanakan pembangunan pemanfaatan gas metan di TPA Air Dingin ini. Tim datang untuk memantau langsung sel-sel yang sudah tidak aktif lagi dan akan dimanfaatkan sebagai gas metan,” kata Syahrial.
Menurutnya, tim dari Korea Selatan melihat adanya potensi gas metan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
“Menurut tim dari Korea Selatan, potensi kita di sini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metan yang bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik,” ujarnya.
Syahrial menjelaskan, rencana kerja sama pengolahan limbah menjadi energi tersebut saat ini masih berada dalam tahap kajian teknis oleh pihak Korea Selatan. Dengan demikian, belum ada jadwal pasti terkait pelaksanaan proyek tersebut.
TPA Aia Dingin sendiri menerima sampah dalam jumlah cukup besar setiap harinya. Volume sampah yang masuk berkisar antara 600 hingga 700 ton per hari.
Sementara itu, pengolahan sampah yang telah berjalan saat ini baru mencakup sebagian kecil, di antaranya pemanfaatan sampah untuk pakan ternak serta pembuatan kompos dari sampah organik.
Pihak UPTD TPA Aia Dingin menyambut baik rencana pemanfaatan gas metan tersebut. Pengelola juga membuka peluang bagi investor yang ingin berinvestasi dalam bidang pengolahan maupun pemanfaatan sampah.
Rencana pengembangan gas metan menjadi energi listrik diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mengoptimalkan pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan sumber energi baru dari timbunan sampah di TPA Aia Dingin.














