Sumbarkita — Korban kecelakaan bus Family Raya di Sijunjung pada Kamis (13/11) sekitar pukul 2.30 WIB dikuburkan di Rao, Pasaman. Orang tuanya berasal dari Rao, tetapi merantau ke Kabupaten Batang Hari, Jambi.
Kepala Subbagian Humas Jasa Raharja Sumatera Barat,Taufik Widitomo, mengatakan bahwa korban kecelakaan yang tewas itu bernama Aninda Shaqueena Humaira (4 tahun). Ia menginformasikan bahwa korban dibawa ibunya, Nofdina Yani (32), pulang kampung ke Rao. Namun, sebelum ibu dan anak itu tiba di tujuan, bus yang mereka tumpangi masuk jurang di Jorong Bukit Sebelah, Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Sijunjung.
“Korban dikuburkan di Rao, Pasaman, kemarin. Ibunya berasal dari Rao, tetapi sudah lama merantau ke Batang Hari dan berdomisili di Kelurahan Benteng Rendah, Kecamatan Mersam,” ujarnya kepada Sumbarkita pada Jumat (14/11).
Dalam kecelakaan itu, kata Taufik, ibu dari balita tersebut tidak termasuk salah satu dari lima korban terluka. Ia mengatakan bahwa kelima korban ialah Aninda Shaqueena Humaira, luka berat; Gadis R. (62), ibu rumah tangga asal Agam, luka ringan; Feristina (45), karyawan honorer asal Payakumbuh, luka ringan; Mulia Asmara (56), ibu rumah tangga asal Payakumbuh, luka ringan; dan Itin Sumita (24), mahasiswa asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, luka ringan.
Taufik menambahkan bahwa bus tersebut berangkat dari Provinsi Jambi menuju Sumbar. Ia belum mendapatkan informasi dari kabupaten atau kota apa bus itu berangkat dari Provinsi Jambi dan hendak menuju ke kabupaten atau kota apa di Sumbar.
Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sijunjung, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subranta, mengatakan bus Family Raya BH 7998 FU itu membawa 21 penumpang.
Ia menginformasikan bahwa bus itu dikemudikan oleh Yusran (51), warga Jorong Koto Nan Tuo, Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar.
Agung menceritakan bahwa bus itu datang dari arah Kiliran Jao, Sijunjung, menuju arah Solok dengan kecepatan sedang. Setibanya di tanjakan di Bukit Sebelah, bus itu mati total sehingga mogok.
“Saat mogok, bus itu mundur, lalu masuk jurang sebelah kiri dari arah Solok menuju arah Kiliran Jao. Kedalaman jurangnya sekitar 10 meter,” ujar Agung.
Akibat kecelakaan itu, kata Agung, lima penumpang terluka. Ia mengatakan bahwa semua korban dibawa Puskesmas Sungai Lansek, Puskesmas Tanjung Gadang, dan RSUD Sijunjung.
“Penumpang bernama Aninda Shaqueena Humaira berusia 4 tahun meninggal di RSUD,” tuturnya.
Agung menginformasikan bahwa penumpang lain yang tidak terluka dipindahkan ke mobil yang lain setelah kecelakaan itu terjadi.











