Sumbarkita — Dinas Kesehatan Agam mencatat lima penyakit terbanyak yang diderita korban terdampak bencana banjir bandang atau galodo selama masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdiani, mengatakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus paling tinggi.
“Penyakit terbanyak yang kami tangani pada korban terdampak banjir bandang adalah ISPA dengan jumlah 2.264 kasus,” kata Hendri Rusdiani kepada Sumbarkita pada Rabu (24/12).
Selain ISPA, kata Hendri, hipertensi menjadi penyakit terbanyak kedua yang diderita korban. Pihaknya mencatat 1.062 kasus hipertensi selama masa penanganan kesehatan pascabencana.
Selanjutnya, kata Hendri, myalgia atau nyeri otot. Pihaknya mencatat 1.019 kasus nyeri otot yang dialami korban terdampak banjir bandang.
Penyakit keempat terbanyak yang diderita korban galodo, kata Hendri, ialah infeksi kulit. Ia menyebut bahwa tercatat 598 kasus, sedangkan maag sebanyak 463 kasus.
Ia mengatakan bahwa penyakit-penyakit itu menjadi keluhan kesehatan yang sering ditangani petugas medis di lapangan.
“Saat ini kami telah melakukan penanganan di tiga posko yang paling parah, yaitu di Koto Alam, Malalak, dan Maninjau,” tutur Hendri.












