Sumbarkita — Pemerintah Pusat menyerahkan bantuan tahap I bagi korban bencana hidrometeorologi untuk kategori rumah rusak ringan dan rusak sedang secara virtual di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, didampingi Komandan Korbrimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, dan Sekrestaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, mengikuti kegiatan itu dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah pada Jumat (13/2/2026).
Untuk Kota Padang, total dana bantuan yang diserahkan senilai Rp4.530.000.000. Bantuan itu terdiri atas bantuan rumah rusak ringan sebesar Rp3.720.000.000 untuk 248 kepala keluarga, dan bantuan rumah rusak sedang sebesar Rp810.000.000 untuk 27 kepala keluarga. Masing-masing penerima memperoleh Rp15 juta untuk kategori rusak ringan, dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Ia berharap bantuan itu dapat membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak bencana pada November 2025.
“Kami berharap juga dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bagi masyarakat Kota Padang yang rumahnya rusak berat. Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan lahan di tiga lokasi untuk pembangunan rumah Huntap warga yang terdampak rusak berat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah di tiga provinsi terdampak, yang tercatat sebanyak 9.884 unit rumah rusak ringan dan 7.389 unit rumah rusak sedang.
“Total alokasi anggaran di Aceh mencapai sekitar Rp341,5 miliar, di Sumatera Utara sekitar Rp10,8 miliar, dan di Sumatera Barat hampir Rp17,5 miliar. Dengan berbagai bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat segera memperbaiki rumah secara mandiri dan kembali menjalani kehidupan normal,” ucapnya.















