Sumbarkita — Klinik Arum Sari di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, mengklarifikasi masalah yang menyebabkan seorang pria marah-marah di klinik Kesehatan tersebut. Sebelumnya, video pria yang marah-marah tersebut beredar di media sosial.
Pemilik Klinik Arum Sari, Feri Mulyani, mengatakan bahwa pria tersebut bernama Ikhlas Laia, warga Jalan Bukit Bak Air, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan. Ia menjelaskan bahwa pria itu datang ke Klinik Arum Sari pukul 8.00 WIB kurang. Pria tersebut memberi tahu petugas klinik bahwa ia telah mendaftar berobat untuk 13 Januari dengan dokter Sri.
Setelah menerima informasi tersebut, kata Mulyani, petugas klinik mengecek data pria itu di Assist, rekam medis elektronik. Setelah diperiksa petugas, pria tersebut mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN pada 12 Januari sekitar pukul 13.00 WIB. Pasien memilih dokter Sri dengan jadwal pelayanan pada 13 Januari pukul 14.30 WIB sampai 20.30 WIB.
“Jadwal dokter jaga klinik yang terdaftar di BPJS diganti sekali seminggu di sistem BPJS. Saat pasien itu mendaftar pada 12 Januari pukul 13.00 WIB, jadwal dokter Sri di Mobile JKN untuk Klinik Arum Sari terdaftar pagi. Ketika pasien datang pada 13 Januari, dokter Sri di Klinik Arum Sari bertugas dari pukul 14.30 WIB sampai 20.30 WIB. Jadi, jadwal yang dia pilih merupakan jadwal yang kedaluwarsa pada minggu kemarin,” tutur Mulyani kepada Sumbarkita pada Rabu (14/1/2026).
Sesudah mengetahui kapan pria tersebut mendaftar dan kapan jadwal dokter Sri, kata Mulyani, petugas menyampaikan kepada pria itu bahwa dokter jaga yang dinas pagi pada 13 Januari ialah dokter Putri. Kemudian, petugas menyampaikan dan membantu pria itu untuk mengubah pilihan dokter di akun Mobile JKN-nya.
“Akun Mobile JKN pasien itu blank error saat pilihan antrean dibuka. Jadi, petugas klinik menyarankan pasien untuk mendaftar secara manual,” ujar Mulyani.
Namun, kata Mulyani, pria itu menolak untuk didaftarkan secara manual. Ia menyebut bahwa menurut pria itu, ia akan mendapatkan giliran antrean yang lebih lama sebab sudah banyak orang yang mendaftar melalui Mobile JKN ke dokter yang dinas pagi.
“Pasien tetap tidak mau mendengarkan saran petugas klinik. Pasien menolak untuk didaftarkan ulang, dan tetap ingin berobat dengan dokter Sri. Padahal, pagi itu pasien bisa berobat dengan dokter lain di Klinik Arum Sari,” ucapnya.













