Sumbarkita – Seorang petani bernama Jopri (50), warga Nagari Pintu Pasang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, harus menjalani hidup dengan kondisi terbaring sejak lebih dari satu tahun terakhir setelah mengalami kecelakaan saat bekerja.
Peristiwa tersebut terjadi pada bulan puasa tahun 2025 ketika Jopri sedang bekerja di ladang untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Saat itu, ia tertimpa kayu yang mengenai bagian lehernya hingga menyebabkan gangguan saraf serius.
Akibat kejadian tersebut, sebagian besar tubuh Jopri tidak lagi dapat digerakkan. Hingga saat ini, bagian tubuh yang masih bisa ia gerakkan hanya kepala dan leher.
Istri Jopri, Nana, menceritakan bahwa kecelakaan itu terjadi saat suaminya tengah bekerja seperti biasa di ladang. Sejak peristiwa tersebut, kondisi Jopri berubah drastis dan tidak lagi mampu beraktivitas.
Usai kejadian, Jopri langsung dilarikan ke rumah sakit di Padang untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menjalani perawatan sejak hari pertama puasa hingga hari ke-10 Ramadan pada 2025.
Beberapa waktu setelah itu, sekitar dua minggu usai Hari Raya Idulfitri, Jopri kembali menjalani perawatan di Rumah Sakit Lubuk Sikaping selama kurang lebih 10 hari.
Meski telah mendapatkan perawatan medis, kondisi Jopri hingga kini belum pulih seperti sebelumnya. Ia hanya bisa terbaring di rumah dan seluruh aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan keluarga.
“Bagian tubuh yang masih dapat digerakkan hanya kepala dan leher, sementara anggota tubuh lainnya tidak dapat bergerak,” katanya kepada Sumbarkita, Jumat (6/3/2026).












