SUMBARKITA.ID — Tenaga kesehatan (Nakes) yang juga penyintas Covid-19, dr Farhaan Abdullah, melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Ia memohon Gubernur Mahyeldi segera membentuk Satgas Percepatan dan Antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kejadian luar biasa (outbreak) Covid-19 di Sumbar.
“Angka angka terpapar Covid-19 kemarin 553 orang dan hari ini 501 orang. Itu merupakan angka nomor 7 terbanyak di Indonesia,” sebut dr. Farhan dalam surat terbukanya, Minggu (4/7/2021).
Ia menyebutkan, Sumbar menjadi provinsi dengan kasus baru terbanyak di Indonesia di luar Jawa.
“Angka ini sudah tanda Sumbar harus melakukan tindakan antisipasi kemungkinan outbreak terjadi,’ kata dia.
Ia kemudian mengingatkan soal PPKM mikro darurat yang terpaksa diterapkan pemerintah di Jawa dan Bali. Menurutnya, hal yang sama semestinya juga diterapkan di Sumbar.
“Melihat jumlah pasien yang dirawat di ruang rawat Covid-19 termasuk penuhnya ruang ICU di RSUP DR M Djamil Padang yang bersamaan dengan RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, maka percepatan itu harus dilakukan,” saran dia.
Berikut beberapa poin saran dr Farhaan Abdullah untuk Gubernur Sumbar:
- Bentuk segera tempat karantina untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG), karena pasien OTG yang isolasi mandiri di rumah sudah ratusan yang wafat di pulau Jawa.
- Segera lakukan tracing masif di sumbar serta testing untuk bisa kita memetakan zona 2 daerah yg zona merah atau hijau di Sumbar .
- Bentuk tim anti hoaks yang terdiri dari Tigo Tungku Sajarangan yaitu alim ulama, cerdik pandai dan ninik mamak, sehingga tidak ada lagi berita hoaks yang menimbulkan angka tidak percaya Covid-19 ini di Sumbar cukup besar lebih dari 30%.
- Lebih ditingkatkan lagi aturan justicia berdasar perda untuk pelanggar prokes tersebut baik perorangan, pelaku usaha, restoran dan cafe sehingga menimbulkan efek jera sehingga mereka patuh dengan prokes tadi.
- Capaian vaksin dengan Gebyar Vaksin tersebut waktunya diperpanjang sehingga angka capaian vaksin sesuai yang kita harapkan.
- Di samping proses di hulu kita juga siapkan proses di hilir, dengan menyiapkan rumah sakit dengan nakes, alkes, farmasi, ventilator serta kesiapan yang berhubungan dgn situasi meledaknya jumlah pasien Covid-19 nantinya.
- Perlu dipikirkan juga aula atau wisma seperti wisma atlet di jakarta seandainya rumah sakit kollaps di Sumbar. (ag/sk)













