Senin, 8 Desember 2025
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Ketika Pejabat Kehilangan Rasa Malu

Oleh : Redaksi
Senin, 03 November 2025 | 19:11 WIB
in Artikel & Opini
Ilustrasi pejabat. Foto: AI

Ilustrasi pejabat. Foto: AI


Oleh: Wirda Widayani

Potret sejumlah pejabat dengan gaya hidup hedon dan penuh kemewahan kian sering menjadi sorotan publik. Fenomena ini seolah mengaburkan makna jabatan yang seharusnya menjadi jembatan antara masyarakat dan kesejahteraan, bukan simbol kemegahan pribadi.

Dalam naluri kemanusiaan, tak ada larangan bagi siapa pun untuk menggunakan hartanya secara layak. Namun, bagi seorang pejabat yang gajinya bersumber dari uang rakyat, pamer kemewahan justru menoreh luka di hati publik. Rumah dinas megah, fasilitas lengkap, pengawalan ketat, kendaraan mewah dengan sopir pribadi, hingga penghormatan berlebihan di berbagai acara—semuanya menjadi ironi di tengah perjuangan rakyat menghadapi situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Jejak Teladan dari Pejabat Masa Lalu

Jika menilik sejarah, moralitas pejabat pada masa awal kemerdekaan Indonesia justru mencerminkan kesederhanaan dan integritas tinggi. Bung Hatta yang tak mampu membelikan mesin jahit untuk istrinya, Syafruddin Prawiranegara yang melarang istrinya menggunakan fasilitas negara hingga berjualan gorengan, Mohammad Natsir yang memakai jas tambalan, dan Jusuf Wibisono yang hidup sederhana meski menjabat Menteri Keuangan—semuanya menjadi teladan tentang makna jabatan yang sejati.

BACAJUGA

Transformasi Besar IKA UNAND: Gerakan Alumni Menuju Top 100 Dunia

Setiap Satu Rupiah Uang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Mereka bukan tidak mampu hidup mewah, namun moral dan nurani menolak untuk melakukannya. Mereka memilih merasakan kesulitan rakyat daripada memperkaya diri. Dari kisah itu, seharusnya pejabat masa kini bisa merenung: jabatan bukan tempat mencari kemewahan, melainkan amanah untuk melayani.

Akar Masalah: Matinya Rasa Malu

Fenomena pejabat yang pamer harta, terlibat suap, atau tersangkut kasus korupsi menunjukkan adanya krisis moralitas. Padahal, dengan gaji dan fasilitas yang tinggi, seharusnya tak ada alasan bagi pejabat untuk mencari keuntungan tambahan secara tidak etis. Di balik semua perilaku itu, akar masalah yang paling mendasar adalah hilangnya rasa malu.

Rasa malu merupakan benteng moral. Ketika rasa malu hilang, yang muncul adalah kesombongan dan arogansi. Pejabat yang kehilangan rasa malu akan merasa paling hebat, memamerkan kekuasaan, bahkan mengancam siapa pun yang tak sejalan dengannya. Gaya feodal abad 18 masih bercokol di republik yang mestinya modern dan demokratis.

Pemilihan pejabat melalui mekanisme demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Oleh karena itu, rakyat memiliki tanggung jawab besar untuk menilai rekam jejak calon pejabat sebelum memberikan suara.
Menilai calon pemimpin bisa dilakukan dengan sederhana: melihat sepak terjang, rekam kasus, dan integritasnya di masa lalu. Namun, semua penilaian akan kabur ketika rakyat terlena oleh bujuk rayu politik uang dan janji manis kampanye.

Dalam demokrasi yang belum sepenuhnya bersih, cara menang sering kali menjadi indikator cara memimpin. Jika kemenangan diraih dengan biaya besar dan transaksi politik, maka dorongan untuk “balik modal” saat menjabat nyaris tak terhindarkan. Dari sinilah lingkaran korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan terus berulang.

Pengawasan Ketat dan Peran Publik

Era digital memberi rakyat kekuatan baru untuk mengawasi.
Melalui media sosial, pemberitaan, dan akses informasi terbuka, publik dapat melihat seluruh aktivitas pejabat dari A hingga Z.
Karenanya, pejabat seharusnya menyadari bahwa setiap kebijakan dan tindak-tanduknya kini berada di bawah sorotan rakyat.

Jika seorang pejabat menyalahgunakan jabatan, seharusnya memiliki keberanian moral untuk mundur dan meminta maaf. Namun, kenyataan hari ini sering kali sebaliknya—pejabat yang terjerat kasus justru tampil tersenyum di depan kamera, seolah tak terjadi apa-apa.

Perlu Aturan Gaya Hidup Pejabat

Untuk menjaga moral dan etika, perlu aturan tegas tentang gaya hidup pejabat publik.
Mereka yang mempertontonkan kemewahan atau mencampuri urusan di luar kewenangannya seharusnya mendapat peringatan hingga sanksi tegas. Jabatan adalah tanggung jawab, bukan hak istimewa.

Menjadi pejabat berintegritas memang tidak mudah. Tapi jika telah dipercaya rakyat, integritas dan kesederhanaan harus menjadi gaya hidup utama.
Negeri ini akan maju hanya jika aturan ditegakkan dan pejabatnya berprinsip. Ketika aturan dilanggar dengan berbagai dalih, maka yang hilang bukan hanya wibawa jabatan, tetapi juga moralitas bangsa.*

*Wirda Widayani adalah Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang


TOPIK demokrasi Indonesiaetika pemerintahangaya hidup pejabatintegritasKorupsimoralitas pejabatOpinipejabat publikPolitik Uangtajuk rencana

Baca Juga

Transformasi Besar IKA UNAND: Gerakan Alumni Menuju Top 100 Dunia

Transformasi Besar IKA UNAND: Gerakan Alumni Menuju Top 100 Dunia

Jumat, 21 November 2025 | 14:05 WIB
Setiap Satu Rupiah Uang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Setiap Satu Rupiah Uang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Kamis, 20 November 2025 | 06:27 WIB
Jumlah Pendaftar Mahasiswa Asing Unand 2025 Melonjak, Capai 1.200 Orang dari 45 Negara

IKA UNAND Butuh Energi Baru: Saatnya Alumni Muda Memimpin

Sabtu, 15 November 2025 | 15:18 WIB
Danau Maninjau Sumatera Barat pariwisata berkelanjutan

Menjaga Makna di Tengah Pesona: Tantangan dan Arah Baru Pariwisata Sumatera Barat

Selasa, 04 November 2025 | 16:12 WIB
Pilu, Tujuh Warga Meninggal Saat Ditandu Melewati Jalan Rusak dan Berlumpur di Agam

Tandu dan Kontrak Sosial yang Patah

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Transparansi Informasi Obat dan Makanan: Hak Publik Selamatkan Nyawa

Transparansi Informasi Obat dan Makanan: Hak Publik Selamatkan Nyawa

Jumat, 24 Oktober 2025 | 20:17 WIB
Next Post
Wali Kota Padang Panjang Resmikan SPPG Bukit Surungan, Awali Distribusi dengan 1.552 Porsi MBG

Wali Kota Padang Panjang Resmikan SPPG Bukit Surungan, Awali Distribusi dengan 1.552 Porsi MBG

Leave Comment

#TERPOPULER

  • Mayat Pria Ditemukan di Tepi Sungai di Pesisir Selatan, Ini Identitasnya

    Mayat Pria Ditemukan di Tepi Sungai di Pesisir Selatan, Ini Identitasnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Krisis Air Bersih di Padang, Warga Habiskan hingga Rp100 Ribu Sehari untuk Beli Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tangkap Pria Pengedar dan Pemakai Sabu-Sabu di Sijunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prakiraan Cuaca Sumbar 8-10 Desember 2025, Sebagian Wilayah Masuk Status Siaga Hujan Lebat Disertai Petir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggota DPD RI Asal Sumbar Cerint Iralloza Tasya Dilaporkan ke BK DPD Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Siswa SD di Padang Pariaman Jalani Ujian Semester di Tenda Darurat

Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Siswa SD di Padang Pariaman Jalani Ujian Semester di Tenda Darurat

Senin, 08 Desember 2025 | 19:32 WIB
Korban Banjir Bandang di Agam Bertambah, Satu Jasad Kembali Ditemukan

Korban Banjir Bandang di Agam Bertambah, Satu Jasad Kembali Ditemukan

Senin, 08 Desember 2025 | 19:11 WIB
Prabowo Setujui Anggaran Rp60 Juta per Rumah Korban Bencana Sumatera

Prabowo Setujui Anggaran Rp60 Juta per Rumah Korban Bencana Sumatera

Senin, 08 Desember 2025 | 18:24 WIB
UNAND Dorong Standarisasi Penilaian Nilai Riset untuk Percepat Hilirisasi Inovasi

UNAND Dorong Standarisasi Penilaian Nilai Riset untuk Percepat Hilirisasi Inovasi

Senin, 08 Desember 2025 | 18:00 WIB
Ramai Isu Dugaan Penimbunan Sembako di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Dinsos Beri Klarifikasi

Ramai Isu Dugaan Penimbunan Sembako di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Dinsos Beri Klarifikasi

Senin, 08 Desember 2025 | 17:55 WIB
Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2025 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2025 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id