Sumbarkita — Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di daerah tersebut sejak 22–27 November 2025 mencapai Rp284 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menyebut kerusakan yang tercatat hingga hari ini tergolong sangat berat dan membutuhkan penanganan lintas sektor secara cepat.
“Total taksiran kerugian akibat kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman mencapai Rp284,12 miliar. Skala bencana kali ini luar biasa, kerusakannya tersebar hampir di seluruh wilayah,” ujarnya, Sabtu (29/11).
Ia mengatakan, sedikitnya 16 ruas jalan mengalami kerusakan berat hingga amblas, seperti Padang Baru–Kalawi, Jambak–Lubuk Simantuang, Padang Kajai–Ulu Banda, hingga akses Pakandangan–Sungai Asam terdampak serius.
“Beberapa titik mengalami amblas total, membuat mobilitas warga terputus. Ini menjadi prioritas untuk dibuka kembali,” kata Emri.
Selain itu, bahu jalan di Nagari Gunuang Padang Alai juga runtuh, termasuk jalan penghubung utama Sungai Geringging via Sungai Limau yang merupakan jalur provinsi. Jalan kabupaten dari Sungai Geringging menuju Batang Gasan hingga jalan utama rabat beton Alahan Tabek–Koto Panjang pun tercatat rusak berat. Emri menegaskan,
“Akses adalah nadi kehidupan masyarakat. Begitu akses putus, dampak sosial-ekonominya langsung terasa,” ujarnya.
Kerusakan juga terjadi pada 19 unit jembatan, termasuk Jembatan Batang Sariak, Duku Kasang, Aia Bajau, Surau Pauah, Toboh Palak Pisang, hingga Jembatan Lubuak Tano. Sejumlah jembatan yang berada di jalur penghubung antarnagari kini tidak dapat dilalui.













