Sumbarkita – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh bayi dan balita saat berkumpul bersama keluarga, terutama pada momen silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko meningkatkan penularan penyakit campak yang sangat mudah menyebar.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, tradisi menyentuh atau menggendong bayi saat berkumpul dengan keluarga sebaiknya mulai dikurangi.
“Kebisaan asal sentuh anak balita, bayi, terutama lebaran sebaiknya memang dikurangi atau dihindari karena risiko penularan tinggi,” ujar Andi dalam konferensi pers daring, dikutip Minggu (8/3).
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit, terutama ketika terjadi kerumunan pada momen Lebaran yang identik dengan aktivitas silaturahmi dan perjalanan.
Ia menjelaskan, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak, seperti demam disertai ruam kemerahan pada kulit.
“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala campak agar tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal tersebut penting untuk mencegah penularan lebih luas, terutama kepada kelompok rentan seperti bayi dan balita.
“Terutama bagi yang mengalami demam dan muncul tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak berkumpul atau pergi ke tempat-tempat keramaian,” katanya.
Andi menambahkan, potensi lonjakan kasus campak dapat terjadi selama masa libur Lebaran apabila kewaspadaan masyarakat rendah. Oleh karena itu, masyarakat yang sedang sakit disarankan membatasi aktivitas di luar rumah hingga benar-benar sembuh.
“Jika sedang sakit, sebaiknya menahan diri dulu dan membatasi aktivitas hingga pulih agar tidak menularkan penyakit kepada keluarga atau orang di sekitar,” pungkasnya.
















