Sumbarkita— Anak-anak Saudah, nenek usia 67 tahun di Pasaman, tidak percaya bahwa penganiaya ibu mereka hanya satu orang. Karena itu, mereka mendesak Polres Pasaman untuk menangkap tiga penganiaya lain ibu mereka. Wanita lansia itu babak belur dianiaya orang di pinggir sungai Sibinail, Kampung Lubuk Aro, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, pada Kamis (1/1) malam.
Lukman (57), anak Saudah, mengatakan bahwa ia tidak percaya bahwa penganiaya ibunya hanya satu orang. Berdasarkan cerita ibunya, kata Lukman, pelakunya empat orang.
“Ibu melihat wajah dua pelaku karena waktu itu ibu menyenter wajah mereka. Sementara itu, wajah dua pelaku lainnya tidak terlihat. Mereka langsung melempar ibu dengan batu dan menganiaya ibu,” ujar Lukman kepada Sumbarkita pada Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, anak Saudah lainnya, Ucok (35), mengatakan bahwa terakhir kali polisi meminta keterangan ibunya di rumah salah satu saudaranya di Kecamatan Rao sekitar seminggu yang lalu. Hingga kini, katanya, belum ada laporan lanjutan tentang kasus penganiayaan lansia itu.
“Kami berharap polisi segera memberikan laporan terbaru mengenai perkembangan kasus tersebut,” ucap Ucok.
Ucok menginformasikan bahwa Saudah sudah pulang ke rumah dari RSUD Tuanku Imam Bonjol seminggu yang lalu. Ia mengatakan bahwa masih ada lebam hijau di wajah ibunya.
“Ibu sudah bisa berjalan, tetapi kondisinya belum maksimal. Kepalanya masih pusing,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Polres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, mengatakan bahwa satu penganiaya Saudah menyerahkan diri ke tim gabungan Resmob Polda Sumbar dan Polres Pasaman dengan diantarkan oleh keluarganya pada Selasa (6/1/2026) pukul 4.30 WIB. Ia menyebut bahwa pelaku bernama Ilman Suhdi (26 tahun), warga Lubuk Aro Jorong VI, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao.















