Sumbarkita – Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan menegaskan hingga saat ini tidak terjadi lonjakan kasus rabies, meski laporan gigitan hewan seperti anjing dan kucing masih ditemukan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Solok Selatan, Irwan Supriadi, memastikan belum ada hewan yang terkonfirmasi positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas.
“Tidak ada lonjakan kasus rabies. Sampai saat ini belum ditemukan hewan yang positif rabies,” ujar Irwan saat dikonfirmasi Sumbarkita, Sabtu (10/1/2026).
Ia mengakui bahwa laporan gigitan anjing dan kucing masih cukup sering diterima. Namun, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh petugas pusat kesehatan hewan melalui langkah-langkah pencegahan dan edukasi.
Edukasi yang diberikan mencakup penanganan awal luka gigitan, pentingnya segera melapor, serta pemantauan terhadap hewan yang menggigit.
Menurut Irwan, jika hewan yang menggigit merupakan hewan peliharaan dan tidak termasuk hewan liar, petugas akan meminta pemilik untuk mengikat serta mengobservasi hewan tersebut selama 14 hari. Selama masa observasi, kondisi hewan dipantau. Jika hewan mati dalam periode tersebut, maka akan dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam pengendalian rabies. Tanpa laporan, petugas tidak dapat mengetahui kejadian gigitan maupun mengambil langkah lanjutan.
“Jika tidak ada laporan, tentu kami tidak mengetahui kejadian tersebut,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun asal Jorong Sikinjang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, dilaporkan meninggal dunia dan diduga terpapar virus rabies. Korban sempat dirawat di Puskesmas Sangir sebelum meninggal dunia.














