SUMBARKITA.ID – Kondisi jembatan gantung di Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) sangat memprihatinkan dan mengancam para pengguna. Apalagi jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga untuk jalur evakuasi tsunami.
Saat ini jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter berlantaikan kayu tersebut telah banyak yang lapuk dan patah. Hal inilah yang membuat warga merasa cemas ketika melewatinya.
“Inilah kondisinya Bang, sudah banyak lantainya yang lapuk dan patah sehingga ketika kita akan melewatinya merasa was-was. Apalagi ini satu-satunya akses yang digunakan warga untuk jalur evakuasi ketika sewaktu-waktu terjadi tsunami,” kata salah seorang pemuda Sikabau, Idris Hamzah kepada Sumbarkita, Jumat (2/6/2023).
Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga sudah menyurati pemerintah daerah meminta solusi terhadap kondisi jembatan tersebut.
“Setelah kita surati, sudah ada tim yang turun survei kalau tidak salah dari Bappelitbangda. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan bagaimana tindaklanjutnya,” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa jembatan ini terakhir kali dilakukan perawatan pada tahun 2019 dan hingga kini belum ada kembali dilakukan perawatan sehingga kondisi jembatan tersebut memprihatinkan.
Idris Hamzah menambahkan, bahwa saat tim dari Bapelitbangda itu turun ke lokasi mereka mengatakan akan mendiskusikan hal ini dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR.
“Rencana kita dalam waktu dekat akan mendatangi kembali dinas terkait. Termasuk kami warga Sikabau juga akan menemui Ketua DPRD Pasbar untuk mencarikan solusi terhadap persoalan yang tengah kami hadapi tersebut,” ungkapnya.
Terakhir, ia menyebutkan bahwa besar harapan masyarakat agar jembatan ini segera diperbaiki. Sebab ini satu-satunya akses jalan evakuasi warga menuju Bukit Intan Sikabau ketika sewaktu terjadi gempa ataupun bencana alam lainnya.
Terpisah, Sekretaris Bapelitbangda Pasbar Ikhwanri didampingi Kabid Ekonomi, SDA dan Kewilayahan Surahdi saat dihubungi Sumbarkita membenarkan bahwa pihaknya telah mensurvei jembatan tersebut. Untuk perbaikannya sudah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2024.
“Proposal permohonannya sudah ditandatangani oleh Bapak Bupati dan sudah kita antarkan ke Provinsi bulan lalu. Untuk besaran anggaran yang kita usulkan pada tahun 2023 ini sebesar Rp7 miliar.” jelasnya.
Disampaikan, bahwa rencananya jembatan ini akan ditingkatkan menjadi jembatan permanen dengan lebar 3 meter dan bentangan panjang 120 meter. Dimana skema anggaran BKK ini dari Pemrov Sumbar dan Pokok Pikiran anggota DPRD Sumbar. ***












