Sumbarkita — Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, pedagang perlengkapan balimau di kawasan Pasar Raya Padang mulai kebanjiran pembeli, salah satunya pedangan gambelu yang banyak dicari masyarakat untuk kepeluan balimau.
Balimau merupakan sebuah tradisi yang hidup dan hingga kini terus dilestarikan masyarakat Minangkabau setiap menyambut bulan Suci Ramadhan. Tradisi ini bertujuan untuk menyucikan diri menggunakan berbagai bahan-bahan alami.
Salah seorang pedagang, Santi, mengaku mampu meraih pendapatan hingga Rp200 ribu per hari dari penjualan gambelu yang ia jajakan di Pasar Raya.
Ia menyebut, setiap tahun rutin berjualan gambelu menjelang masuknya Ramadan. Tahun ini, ia mulai membuka lapak sejak Jumat (13/2) mulai pukul 05.00 WIB hingga malam hari.
“Jualan tidak menentu sampai jam berapa tergantung pembeli, biasanya sampai malam kalau sudah tidak ada lagi beli,” tuturnya kepada Sumbarkita saat ditemui, Senin (17/2).
Ia mengatakan, gambelu digunakan untuk keperluan balimau sebelum memasuki bulan Ramadan. Gambelu dicampurkan ke dalam air mandi sebagai bagian dari tradisi tersebut.
Ia menjelaskan, gambelu merupakan tumbuhan berwarna cokelat yang menyerupai lengkuas. Tumbuhan tersebut dipotong kecil-kecil dan akan mengeluarkan aroma wangi. Potongan gambelu kemudian dicampurkan dengan daun pandan dan asam sebelum digunakan.
Setiap bungkus gambelu dijual seharga Rp5.000. Produk tersebut dibungkus menggunakan daun pisang. Dalam sehari, Santi mengaku mampu menjual sekitar 40 bungkus gambelu.
Salah seorang pembeli, Bude, mengatakan setiap tahun ia selalu membeli gambelu untuk mandi balimau menjelang Ramadan. Selain itu, ia juga membeli bunga tabur untuk keperluan ziarah ke makam anaknya.












