Sumbarkita – Aktivitas harian emak-emak di Kota Pariaman kini dibayangi ancaman kejahatan jalanan. Kasus penjambretan yang berulang dan bahkan berujung maut membuat kepolisian mengimbau para ibu, khususnya yang berkendara menggunakan sepeda motor, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari penggunaan perhiasan mencolok.
Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, menegaskan bahwa pelaku penjambretan kerap menjadikan perempuan, terutama ibu-ibu, sebagai target utama karena dinilai lebih mudah didekati saat berkendara.
“Perhiasan mencolok, tas yang digantung longgar, atau barang berharga yang terlihat jelas saat berkendara itu sangat berisiko. Pelaku jambret mencari target yang mudah dan cepat,” ujar Rio, Selasa (13/1).
Salah satu kasus terbaru terjadi pada Minggu (11/1/2026) siang di Jalan Diponegoro, Desa Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah. Seorang ibu rumah tangga, Ismayuliani Nuris (42), warga Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor saat mengejar pelaku penjambretan gelang emas.
Menurut Rio, kasus tersebut menjadi peringatan keras bahwa penjambretan bukan sekadar pencurian biasa, melainkan kejahatan yang dapat berujung pada hilangnya nyawa.
“Dua kasus berbeda, lokasi berbeda, tapi benang merahnya sama yaitu penjambretan di jalan raya dan dampaknya sangat fatal,” kata Rio.
Ia menekankan agar emak-emak tidak memaksakan diri mengejar pelaku apabila menjadi korban penjambretan. Langkah paling aman adalah menyelamatkan diri dan segera melapor ke pihak kepolisian.













