Ekos menyebutkan bahwa kawasan Harau merupakan salah satu objek wisata kebanggaan masyarakat Kota Payakumbuh. Ekos mengatakan bahwa ia selalu mempromosikan Harau kepada wisatawan luar Sumbar.
“Harau ini kebanggaan kita, salah satu tujuan wisata bagi wisatawan di Jakarta. Kalau orang bertanya objek wisata di Sumbar, Harau salah satu utama objek wisata yang saya promosikan. Tapi, kalau banjir, siapa yang mau datang ke sini. Kalau Harau sering banjir, lama kelamaan Harau jadi tidak lagi menjadi tujuan wisata. Yang rugi kita semua,” tuturnya.
Calon kepala daerah, kata Ekos, tidak perlu berjanji banyak. Menurutnya, masyarkat memerlukan tindakan tegas. Ia akan merapikan insfratruktur, terutama jalan, irigasi, juga membereskan persoalan pertanian jika menjadi wakil gubernur.
“Kalau banjir gini, bagaimana pertanian berkembang. Pertanian akan gagal karena banjir,” ujarnya.
Ekos tak menampik bahwa mengatasi masalah banjir dan penebangan hutan itu pekerjaan berat. Namun, ia yakin jika pekerjaan tersebut dikerjakan bersama-sama, pemerintah daerah dan masyarakat, tidak ada pekerjaan yang berat untuk diselesaikan.
“Perlu masukan dari tokoh masyarakat untuk mempelajari masalah ini sehingga kita bisa lakukan kajian sebelum mengambil tindakan yang tegas,” tuturnya.
Ekos menilai Pemprov Sumbar tidak tegas mengatasi berbagai masalah. Karena itu, ia tidak heran saat ini Sumbar terbilang menjadi provinsi yang tertinggal di Sumatera.
“Kalau tidak ketegasan, pembangunan dan penyelesaian masalah akan jalan di tempat, bahkan mundur. Makanya, saya berpikir maju (sebagai calon wakil gubernur) untuk melakukan perubahan di Sumbar,” ucapnya.













