Sabtu, 5 September 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Kesehatan
Home Artikel & Opini

Guru yang Tertarbiyah: Keteladanan yang Menumbuhkan Peradaban

Oleh : Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 | 00:00 WIB
in Artikel & Opini
Ilustrasi guru mengajar di sekolah. Ilustrasi: Gemini AI

Ilustrasi guru mengajar di sekolah. Ilustrasi: Gemini AI


Oleh: Ruspel Aiga*

Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, guru menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran. Administrasi, digitalisasi, tuntutan kinerja, perubahan kurikulum, hingga kompleksitas persoalan peserta didik menuntut energi yang tidak sedikit. Namun, di balik semua itu terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang mendidik guru ketika guru sibuk mendidik murid? Pendidikan akan kehilangan ruhnya ketika guru hanya sibuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi lupa membangun kualitas dirinya. Guru bukan sekadar profesi yang mengajar, melainkan manusia yang setiap hari ditonton perilakunya di hadapan generasi masa depan.

Kita sering bertanya mengapa ada guru yang tetap dikenang puluhan tahun setelah muridnya lulus, sementara ada guru yang hilang dari ingatan begitu nilai rapor selesai dibagikan. Jawabannya sering kali bukan pada seberapa banyak materi yang disampaikan, melainkan seberapa dalam keteladanan yang ditinggalkan. Murid mungkin lupa rumus, definisi, dan tanggal-tanggal penting, tetapi mereka mengingat guru yang pernah mempercayainya ketika ia gagal, guru yang memperlakukannya dengan hormat, atau guru yang menunjukkan arti kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, guru yang hebat bukan hanya guru yang mampu mengajar, tetapi guru yang mampu mengubah cara murid melihat dirinya dan masa depannya.

Dalam tradisi Islam, gagasan tersebut dapat dipahami melalui konsep tarbiyah: menumbuhkan, memelihara, mengembangkan, dan menyempurnakan manusia secara bertahap. Guru yang tertarbiyah adalah guru yang terlebih dahulu mendidik dirinya sebelum mendidik orang lain. Ia menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi tidak berhenti di sana. Ia juga membangun integritas, kematangan emosional, kedalaman spiritual, dan kepekaan sosial. Ia mengajarkan disiplin dengan kedisiplinannya sendiri, mengajarkan kejujuran melalui kejujurannya, dan mengajarkan tanggung jawab melalui kesediaannya mempertanggungjawabkan setiap tindakan. Keteladanan adalah kurikulum yang tidak tertulis, tetapi paling lama tinggal dalam ingatan peserta didik.

Filosofi Ki Hajar Dewantara—Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani—sesungguhnya menegaskan bahwa kekuatan guru bukan terletak pada kewenangan formalnya, melainkan pada kemampuan menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan. Demikian pula gagasan Imam Al-Ghazali tentang pendidikan menempatkan akhlak dan keikhlasan sebagai bagian penting dari tugas pendidik. Maka, guru yang tertarbiyah tidak mengukur keberhasilan hanya dari nilai ujian dan prestasi akademik. Ia bertanya lebih jauh: apakah murid saya menjadi manusia yang lebih jujur, disiplin, peduli, bertanggung jawab, dan berani melakukan kebaikan setelah belajar bersama saya?

BACAJUGA

Karhutla dan Pertanyaan yang Belum Selesai Kita Jawab

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Di era digital, posisi guru bahkan semakin menantang. Peserta didik tidak lagi hanya belajar dari guru dan buku teks, tetapi dari media sosial, YouTube, gim, influencer, mesin pencari, dan kecerdasan buatan. Informasi kini berlimpah, tetapi keteladanan justru semakin langka. Mesin dapat memberikan jawaban dalam hitungan detik, tetapi tidak dapat menggantikan sepenuhnya kehadiran manusia yang memberikan arah, empati, makna, dan nilai. Karena itu, semakin canggih teknologi, semakin penting guru yang autentik. Guru yang bijak menggunakan teknologi, santun dalam berkomunikasi, adil terhadap murid, konsisten terhadap aturan, dan terus belajar akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dibandingkan guru yang hanya mengandalkan status dan kewenangan.

Albert Bandura melalui Social Learning Theory menjelaskan bahwa manusia belajar melalui observasi dan peniruan. Artinya, setiap perilaku guru sebenarnya adalah pembelajaran. Ketika guru datang tepat waktu, ia sedang mengajarkan disiplin. Ketika guru mengakui kesalahan, ia sedang mengajarkan kerendahan hati. Ketika guru menghormati murid, ia sedang mengajarkan martabat manusia. Ketika guru gemar membaca dan belajar, ia sedang menanamkan budaya intelektual. Murid lebih banyak belajar dari apa yang dilakukan guru daripada apa yang dikatakan guru. Karena itu, satu tindakan guru yang buruk dapat meruntuhkan puluhan nasihat moral, sementara satu keteladanan yang konsisten dapat membekas sepanjang hidup.

Guru yang tertarbiyah juga tidak merasa dirinya telah selesai. Ia tidak berhenti belajar hanya karena telah memperoleh sertifikat, pangkat, jabatan, atau masa kerja panjang. Ia membaca, berdiskusi, menerima kritik, mengevaluasi pembelajaran, menguasai teknologi, dan berani mengakui bahwa generasi baru mungkin mengajarinya sesuatu. Guru yang berhenti belajar berisiko mengajarkan masa depan dengan cara berpikir masa lalu. Dalam menghadapi AI dan perubahan digital, guru tidak perlu takut kehilangan peran; yang perlu ditakutkan adalah kehilangan relevansi. Teknologi dapat mengambil alih sebagian pekerjaan mengajar, tetapi guru yang mampu membangun karakter, empati, daya pikir kritis, dan keberanian moral akan tetap menjadi pusat pendidikan manusia.

Karena itu, persoalan pendidikan tidak cukup diselesaikan dengan mengganti kurikulum, membeli perangkat digital, membangun ruang kelas, atau menambah berbagai program. Semua itu penting, tetapi tidak akan banyak berarti jika manusia yang menjalankannya tidak tumbuh. Membangun sekolah hebat tanpa membangun guru hebat adalah investasi yang tidak lengkap. Guru harus dipandang sebagai investasi strategis pembangunan manusia. Mereka membutuhkan ruang untuk belajar, berkembang, berefleksi, berkolaborasi, dan memperbaiki diri. Pada saat yang sama, guru juga harus berani memikul tanggung jawab moral bahwa profesi ini bukan sekadar pekerjaan yang menghasilkan penghasilan, tetapi amanah yang menentukan kualitas generasi.


12Next
TOPIK Albert BanduraBerita Pendidikanguru dan AIguru dan pendidikanguru di era digitalguru Sumatera Baratguru yang tertarbiyahIng Ngarsa Sung TuladhaKabupaten Solokkecerdasan buatan dalam pendidikanketeladanan guruKi Hajar Dewantarakualitas gurupembangunan manusiapendidikan di era digitalpendidikan IndonesiaPendidikan Islampendidikan karakterpendidikan karakter siswapendidikan Sumatera Baratperadabanperan guruprofesionalisme guruRuspel AigaSocial Learning Theorytarbiyah dalam IslamTeknologi Pendidikan

Baca Juga

Karhutla dan Pertanyaan yang Belum Selesai Kita Jawab

Karhutla dan Pertanyaan yang Belum Selesai Kita Jawab

Selasa, 01 September 2026 | 21:30 WIB
Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Koperasi Desa Merah Putih Mengurangi atau Menambah Beban Rakyat?

Koperasi Desa Merah Putih Mengurangi atau Menambah Beban Rakyat?

Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Menyimpan Air Hari Ini untuk Menghadapi Kemarau Sumatera Barat

Menyimpan Air Hari Ini untuk Menghadapi Kemarau Sumatera Barat

Senin, 17 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Sumbar Teacher Summit 2026, Simbol Guru-Guru Haus Validasi Media Sosial

Sumbar Teacher Summit 2026, Simbol Guru-Guru Haus Validasi Media Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:33 WIB
Ketika Viralisme Menggeser Penjaga Gerbang Demokrasi

Ketika Viralisme Menggeser Penjaga Gerbang Demokrasi

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Next Post
PT Semen Padang Dorong Forum Nagari Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular

PT Semen Padang Dorong Forum Nagari Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular

#TERPOPULER

  • Pria di Pasaman Cekik Siswa SD hingga Tewas, Berawal dari Pinjam Ponsel

    Pria di Pasaman Cekik Siswa SD hingga Tewas, Berawal dari Pinjam Ponsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa UNP Asal Tanah Datar Hilang Empat Hari, Terakhir Keluar Kos untuk Makan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video: Anak SD Ditemukan Tewas, Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Pasaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motornya Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Perempuan Muda Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Ruko di Sijunjung Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Jarak Pandang dan Kualitas Udara di Padang Menurun, BMKG Ungkap Pemicunya

Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, ISPU Tembus 276

Sabtu, 05 September 2026 | 00:00 WIB
Kawal Optimalisasi PAP dan Sumbangan Pihak Ketiga, Wakil Ketua DPRD Sumbar Temui Direksi SIG

Kawal Optimalisasi PAP dan Sumbangan Pihak Ketiga, Wakil Ketua DPRD Sumbar Temui Direksi SIG

Jumat, 04 September 2026 | 22:12 WIB
Sepeda Motornya Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Perempuan Muda Tewas

Sepeda Motornya Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Perempuan Muda Tewas

Jumat, 04 September 2026 | 21:33 WIB
Curi Ponsel dan Uang Tetangga, Pemuda di Padang Ditangkap Polisi

Curi Ponsel dan Uang Tetangga, Pemuda di Padang Ditangkap Polisi

Jumat, 04 September 2026 | 21:07 WIB
Mengamuk dan Acungkan Parang kepada Warga, Pria di Padang Menangis Saat Ditangkap

Mengamuk dan Acungkan Parang kepada Warga, Pria di Padang Menangis Saat Ditangkap

Jumat, 04 September 2026 | 20:11 WIB
Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id