Jumat, 9 Oktober 2026
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
Sumbarkita.id
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Zona Sumbar
  • Peristiwa
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pesona Sumbar
  • Zona Viral
  • Pendidikan
Home Artikel & Opini

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Oleh : Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:00 WIB
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI


Padahal, manusia membutuhkan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kenyamanan materi. Manusia membutuhkan makna.
Islam memberikan jawaban yang berbeda tentang kehidupan. Allah SWT berfirman:

«“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56).

Ayat ini memberikan perspektif mendasar bahwa kehidupan manusia bukanlah sekadar mengejar kekayaan, kesenangan, popularitas, atau kepuasan duniawi. Kehidupan memiliki tujuan yang lebih tinggi, yaitu pengabdian kepada Allah SWT.

Dengan akidah yang kokoh, seorang Muslim tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Harta boleh dimiliki, kesenangan boleh dinikmati, dan keberhasilan duniawi boleh diraih, tetapi semuanya ditempatkan dalam kerangka pengabdian kepada Allah.

BACAJUGA

Muluik di Pariangan dan Basirabuik yang Tak Sekadar Berebut Makanan

CCTV Bukan Sekadar Kamera, Ini Soal Tanggung Jawab Negara

Karena itu, penyelesaian persoalan Gen Z tidak cukup hanya dengan mengajarkan cara mengatur keuangan atau meminta anak muda mengurangi healing. Kita perlu melihat akar persoalannya: sistem kehidupan seperti apa yang sedang membentuk generasi ini?

Islam tidak hanya membangun individu yang bertakwa, tetapi juga memiliki konsep kehidupan sosial dan ekonomi yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tanggung jawab negara. Sumber daya alam yang termasuk kepemilikan umum dikelola untuk kemaslahatan masyarakat, bukan sekadar menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak. Negara juga memiliki tanggung jawab dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.

Dalam perspektif Islam, generasi muda juga tidak semestinya hanya dipersiapkan menjadi konsumen pasar. Mereka harus dibentuk menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam, ilmu, visi, dan kepedulian terhadap umat. Media dan pendidikan semestinya menjadi sarana pembentukan masyarakat yang bermartabat, bukan mesin yang terus-menerus menanamkan konsumerisme, materialisme, dan pengejaran popularitas.

Di sinilah konsep negara dalam Islam, termasuk Khilafah dalam pemikiran politik Islam, dipandang sebagai bagian dari penerapan Islam secara menyeluruh. Tujuannya bukan sekadar mengganti nama sistem pemerintahan, tetapi menerapkan aturan Islam dalam berbagai aspek kehidupan dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan.

Kegagalan sistem hari ini seharusnya tidak hanya dilihat dari satu-dua kebijakan yang salah. Kita perlu melihat dampaknya secara keseluruhan: ketika generasi muda merasa tidak aman secara ekonomi, ketika kebahagiaan semakin dikaitkan dengan konsumsi, ketika media sosial menciptakan tekanan untuk terus mengikuti tren, dan ketika banyak manusia kehilangan jawaban tentang tujuan hidupnya, maka kita patut bertanya apakah persoalannya memang hanya terletak pada individu.

Jangan sampai kita terus menyalahkan Gen Z karena dianggap terlalu konsumtif, terlalu banyak healing, atau kurang tahan menghadapi kesulitan, sementara kita tidak pernah bertanya sistem seperti apa yang membentuk cara berpikir mereka.

Gen Z tidak membutuhkan sekadar nasihat untuk “lebih kuat”. Mereka membutuhkan sistem kehidupan yang adil, pendidikan yang membentuk kepribadian, lingkungan yang menjaga mereka dari kerusakan, serta pemahaman yang benar tentang tujuan hidup.

Islam menawarkan paradigma yang berbeda: manusia bukan sekadar konsumen, rakyat bukan sekadar angka ekonomi, dan kebahagiaan bukan sekadar kemampuan membeli.
Kebahagiaan sejati adalah ketika manusia mengetahui tujuan hidupnya, menjalankan kehidupannya sesuai petunjuk Allah, dan menggunakan apa yang dimilikinya untuk meraih ridha-Nya.
Maka, pertanyaan bagi kita bukan lagi sekadar “mengapa Gen Z mudah lelah?”

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: “Mengapa sistem kehidupan yang kita jalani melahirkan generasi yang begitu lelah mencari kebahagiaan?”

Jika masalahnya bersifat sistemik, maka penyelesaiannya pun tidak cukup dengan perubahan perilaku individu. Kita membutuhkan perubahan paradigma: dari kehidupan yang menjadikan materi sebagai pusat, menuju kehidupan yang menempatkan pengabdian kepada Allah sebagai tujuan.

Sebab generasi yang memahami untuk apa ia hidup tidak akan mudah diperbudak oleh tren, konsumsi, popularitas, maupun tekanan dunia.

Mereka akan memiliki tujuan yang jauh lebih besar: menjadi hamba Allah dan membangun kehidupan yang sesuai dengan petunjuk-Nya.


Prev12
TOPIK Anak Mudabudaya hedonisGaya Hidupgaya hidup konsumtifGen ZGenerasi ZIslamkapitalismekesehatan sosialKhilafahkonsumerismekrisis tujuan hidupMedia Sosialtekanan ekonomitujuan hidup

Baca Juga

Muluik di Pariangan dan Basirabuik yang Tak Sekadar Berebut Makanan

Muluik di Pariangan dan Basirabuik yang Tak Sekadar Berebut Makanan

Senin, 05 Oktober 2026 | 15:00 WIB
CCTV Bukan Sekadar Kamera, Ini Soal Tanggung Jawab Negara

CCTV Bukan Sekadar Kamera, Ini Soal Tanggung Jawab Negara

Jumat, 02 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Pemotongan Transfer ke Daerah Versus Ancaman Integrasi

Otonomi Sumbar Mencari Sandaran Baru di Tengah Pemangkasan Dana TKD

Selasa, 22 September 2026 | 07:30 WIB
Membedah Fenomena Kawin Anak

Membedah Fenomena Kawin Anak

Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB
Pemotongan Transfer ke Daerah Versus Ancaman Integrasi

Pemotongan Transfer ke Daerah Versus Ancaman Integrasi

Sabtu, 19 September 2026 | 17:00 WIB
Karhutla dan Pertanyaan yang Belum Selesai Kita Jawab

Karhutla dan Pertanyaan yang Belum Selesai Kita Jawab

Selasa, 01 September 2026 | 21:30 WIB
Next Post
Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

#TERPOPULER

  • Remaja 14 Tahun di Bukittinggi Dilaporkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga

    Mayat Ditemukan di Ngarai Sianok Bukittinggi, Ternyata Remaja yang Hilang Sejak September

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswi SMKN 1 Padang Panjang Dilaporkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2 Motor Kecelakaan di Sijunjung, Korban 4 Orang, 1 Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Dikeroyok Tiga Orang di SPBU di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Sudah 27.250 Orang di Riau Terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Sudah 27.250 Orang di Riau Terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:00 WIB
Usai Tampil di Belgia, Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Kini Dipromosikan di Belanda

Usai Tampil di Belgia, Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Kini Dipromosikan di Belanda

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:00 WIB
Siswi SD di Padang Meninggal Diduga Akibat Perundungan, Pihak Sekolah Sebut Guru Trauma hingga Takut Mengajar

Kota Padang Dikepung Kabut Asap Kiriman Sumsel-Jambi, Sekolah Terapkan PJJ 9–10 Oktober

Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:00 WIB
Tinjau Pembangunan Sekolah Pascabanjir, Wali Kota Padang Minta Fasilitas dan Antisipasi Banjir Diperkuat

Tinjau Pembangunan Sekolah Pascabanjir, Wali Kota Padang Minta Fasilitas dan Antisipasi Banjir Diperkuat

Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:29 WIB
Sungai Kampar Tercemar, Walhi Soroti Dugaan Tambang Emas Ilegal di Lima Puluh Kota

Setelah 4 Penambang Emas Ilegal Solok Selatan Tewas Tertimbun, Ekskavator Disebut Masih di Lokasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:48 WIB
Icon SK White 2__

Informasi

  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis

Alamat

Jl. Jihad Raya No.60, Kubu Dalam Parak Karakah, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat
Phone (0751) 4773713
email:
redaksi@sumbarkita.id

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Icon SK White 2__

Follow Us

Berita

  • Zona Sumbar
  • Zona Viral
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi & Bisnis
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

©2026 sumbarkita.id. All right reserved

Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Zona Sumbar
    • Kabupaten Dharmasraya
    • Kabupaten Limapuluh Kota
    • Kabupaten Padang Pariaman
    • Kabupaten Pasaman Barat
    • Kabupaten Pesisir Selatan
    • Kabupaten Sijunjung
    • Kabupaten Solok
    • Kabupaten Solok Selatan
    • Kota Bukittinggi
    • Kota Padang
    • Kota Padang Panjang
    • Kota Pariaman
    • Kota Payakumbuh
    • Kota Solok
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Dharmasraya
  • DPRD Padang
  • DPRD Pasaman Barat
  • DPRD Sumatra Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Info Loker
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • PDAM Payakumbuh
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pesona Sumbar
  • Pilkada
  • PLN
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Sumbar Flashback
  • Tekno
  • Zona Riau
  • Zona Viral

© Copyright 2025Sumbarkita.id