SUMBARKITA.ID — Seorang remaja pria babak belur dihajar tiga remaja pria di Kota Bukittinggi gegara ajakan berhubungan intim sesama jenis. Korban berinisial MA (18) warga Bukittinggi, sedangkan pelaku pengeroyokan warga Agam yang masih berstatus pelajar, masing-masing berinisial AF (18), SM (17) dan IH (18).
Peristiwa itu dibenarkan oleh Kapolsek Bukittinggi Kompol Rita Suryanti. Ia menyebut peristiwa yang terjadi pada Kamis (15/6/2022) itu berawal saat saat MA mengajak pelaku SM berhubungan seks.
“MA dan SM ini kenalan di Instagram dua hari sebelum kejadian. Saat chatting korban mengaku suka dengan pelaku dan mengajak berhubungan,” terang Rita, Jumat (17/6/2022).
Ia melanjutkan, awalnya, SM menduga jika ajakan itu omongan iseng dari kawan-kawannya. Dia kemudian menyanggupi bertemu dengan korban di daerah Inkorba, Kecamatan Guguak Bulek Bukittinggi.
Selanjutnya, korban mengajak pelaku SM ke rumahnya untuk melakukan apa yang disampaikan dalam chating tersebut. Karena curiga dengan gelagat MA, SM menghubungi kakak dan temannya untuk datang ke lokasi.
Saat dua pelaku lainnya dating, korban langsung dipukuli.
“Awalnya pelaku IH memukul mulut korban hingga berdarah. Kemudian SM dan AF juga ikut memukul korbanhingga babak belur,” sebut Rita.
Korban mengalami luka dan lebam di bagian wajah, dari hidungnya mengalir darah segar.
Melihat korban tidak berdaya, seorang pelaku mengantar korban ke rumahnya menggunakan sepeda motor. Orangtua korban yang kaget dengan kondisi anaknya langsung membawa MA ke rumah sakit. Selanjutnya orangtua MA langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukittinggi.
Atas laporan itu, Polsek Bukittinggi menghubungi pelaku dan dibawa ke Mapolsek Bukittinggi untuk dimintai keterangan.
“Ketiga pelaku diamankan dari rumahnya masing-masing, Kamis (16/6/2022) malam,” ujar Rita.
Namun karena korban dan pelaku masih di bawah umur, perkara ini diselesaikan dengan keadilan restorative (restorative justice).
“Korban dan pelaku sepakat berdamai dan dikembalikan ke orangtua,” ujarnya. (bu/sk)













