Sumbarkita — Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang resmi mulai beroperasi setelah diresmikan pada Kamis (12/2/2026). Gedung yang berada di sebelah Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Endang Aminudin Aziz, bersama Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa kehadiran gedung layanan perpustakaan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, perpustakaan saat ini dituntut untuk bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar publik yang inklusif dan adaptif.
“Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang ini diharapkan menjadi pusat literasi, kreativitas, dan penguatan karakter masyarakat. Ini kado awal tahun bagi Kota Padang, karena dari ruang inilah akan lahir masyarakat khususnya generasi muda yang berpikir kritis, berwawasan luas, dan berdaya bersaing,” ujarnya.
Ia juga mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang untuk terus mengembangkan berbagai program edukatif, memperluas kolaborasi dengan sekolah serta komunitas literasi, dan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang diskusi, pelatihan, serta pengembangan kreativitas masyarakat.
“Dengan fasilitas yang representatif dan layanan berbasis teknologi, perpustakaan ini diharapkan menarik minat generasi muda untuk menjadikan membaca dan belajar sebagai gaya hidup,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI Endang Aminudin Aziz mengapresiasi langkah Pemko Padang dalam menghadirkan gedung layanan perpustakaan yang sesuai standar nasional. Ia menilai keberadaan perpustakaan yang representatif menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi, terutama dalam mendorong peningkatan literasi masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Heriza Syafani menjelaskan bahwa gedung perpustakaan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 1.700 meter persegi dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sebesar Rp10 miliar. Selain itu, pembangunan juga didukung dana APBD Kota Padang sebesar Rp2,5 miliar untuk pengadaan furnitur serta sarana dan prasarana pendukung.
“Gedung perpustakaan ini terdiri dari dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang baca, ruang digital, studio mini teater, galeri sejarah, ruang bermain anak, ruang laktasi, serta musala. Seluruh fasilitas juga dirancang ramah disabilitas agar dapat diakses oleh semua kalangan,” jelas Heriza.














