Sumbarkita – Harga emas benar-benar sedang “mengamuk”. Pada perdagangan Selasa pagi (13/1/2026), emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali melesat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Angkanya kini sudah menembus Rp2,65 juta per gram, level yang bahkan belum pernah terbayangkan beberapa bulan lalu.
Berdasarkan data resmi situs Logam Mulia Antam per pukul 08.50 WIB di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp2.652.000.
Harga ini naik Rp21.000 dibandingkan hari sebelumnya dan sekaligus memecahkan rekor yang baru tercipta kemarin di level Rp2.631.000 per gram.
Lonjakan hari ini membuat emas Antam telah melonjak Rp83.000 hanya dalam empat hari perdagangan terakhir. Ini merupakan laju kenaikan yang jarang terjadi di pasar emas domestik.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga ikut meroket. Pada hari ini, buyback berada di level Rp2.503.000 per gram, naik Rp19.000 dari perdagangan sebelumnya. Artinya, pemilik emas yang menjual hari ini juga menikmati lonjakan nilai yang signifikan.
Lonjakan harga emas Antam terjadi seiring reli besar-besaran emas dunia.
Pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026), harga emas global ditutup di level US$4.593,49 per troy ons, naik 1,86% dalam sehari. Dalam tiga hari terakhir saja, emas dunia telah menguat 3,15%.
Harga penutupan tersebut juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya di US$4.532,29 per troy ons yang tercatat pada 26 Desember 2025.
Bahkan, dalam perdagangan intraday Senin kemarin, harga emas sempat menyentuh US$4.629,94 per troy ons, level tertinggi yang pernah dicapai emas dunia dalam sejarah.
Kombinasi ketidakpastian global, gejolak geopolitik, dan perburuan aset aman membuat emas kembali menjadi primadona. Dengan emas dunia yang terus memecahkan rekor, harga emas Antam di dalam negeri pun ikut melaju tanpa rem.














