SUMBARKITA.ID – Disetiap musim panas di Jepang, kebiasaan warga yang beragama Shinto selalu mengunjungi kuil untuk memanjatkan doa. Berbagai barang yang dipercaya sebagai media untuk bisa memperlancar doa pun tidak lupa dibawa ke kuil. Seperti halnya jimat.
Namun, di musim panas kali ini, ada seorang warga di Prefektur Chiba yang justru datang ke kuil sambil membawa boneka jerami. Boneka jerami ini biasa di sebut Wara Ningyo. Boneka yang dirangkai dari jerami, kemudian diikat menjadi satu bagian yang mirip dengan tubuh manusia. Fungsinya dibuat untuk seseorang yang ingin dicelakai dengan menancapkan paku di tubuh boneka jerami tersebut.
Mengutip Sora News 24 dari Asahi Simbun, tak bisa sembarangan menancapkan paku pada boneka ini. Mereka harus memaku boneka ini ke pohon yang ada di kuil Shinto antara jam 1-3 pagi. Boneka ini harus dipaku ke pohon dalam upacara yang disebut sebagai ushi no toki mairi.
Hanya saja, boneka jerami ini ternyata juga mengikuti perkembangan zaman. Wara ningyo sekarang ini juga ditempeli dengan foto wajah orang yang ingin disantet.
Dari beberapa boneka jerami santet tersebut, ada boneka yang ditujukan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Boneka ini ditemukan di kuil Kanegasaku Kuamano Masudo.
Boneka ini dipasang foto Valdimir Putin dan diselipkan selembar kertas yang tertulis nama lengkap, usia saat ini, dan tanggal lahir. Semuanya ditulis dalam bahasa Jepang, serta pesan “Berdoa untuk kematiannya.”
Pendeta dan penjaga kuil meminta agar siapa pun yang melakukan ushi no toki mairi berhenti. Memang santet atau kutukan untuk orang yang ingin dicelakai tersebut bukanlah pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi. Hanya saja polisi di Jepang sudah mulai melakukan pengkajian untuk hukuman bagi orang yang melakukan santet melalui boneka Vodoo. (*)
Editor : Hajrafiv Satya Nugraha















