Sumbarkita — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menegaskan komitmennya, untuk menghentikan semua agenda perjalanan dinas selama masa tanggap darurat dan pascabencana, yang terjadi di Kota Padang beberapa hari terakhir.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, setelah rapat kerja Komisi III DPRD Padang pada Kamis (4/12/2025) pukul 10.00 WIB dengan sejumlah dinas terkait. Ia menyampaikan hal itu untuk menanggapi isu yang muncul di daerah lain, khususnya kekhawatiran masyarakat terkait kunjungan kerja di tengah situasi bencana.
“Oh, DPRD Kota Padang sudah komit. Pascabencana kami sepakat dan berkomitmen untuk tidak melakukan kunjungan kerja,” ujarnya kepada Sumbarkita.
“Bahkan di internal beberapa partai politik juga sudah ada instruksi untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah selama masa tanggap darurat dan pascabencana,” tuturnya lagi.
Ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan sudah dipikirkan sejak awal terjadinya bencana.
“Jadi, untuk Kota Padang, kami sudah memikirkan hal ini bahkan sebelum orang lain memikirkannya,” ucapnya.
Sikap tersebut juga diperkuat oleh Wakil Ketua DPRD Padang, Osman Ayub, yang menyampaikan keputusan pimpinan DPRD terkait penghentian sementara perjalanan dinas.
“Kami sudah rapat di tingkat pimpinan. Dengan kondisi masyarakat yang sedang menderita, sangat tidak etis jika kami melakukan perjalanan dinas,” tutur Osman.
Ia memastikan semua agenda perjalanan dinas DPRD Padang telah dihentikan total.
Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa sejumlah anggota DPRD Padang Pariaman melakukan kunjungan kerja ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam masa tanggap darurat bencana. Padahal, Padang Pariaman merupakan salah satu daerah terdampak bencana banjir, banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem beberapa hari yang lalu.














