Sumbarkita – Sepeda motor milik seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) dilaporkan hilang saat diparkir di kawasan Rektorat Unand pada Rabu (17/12/2025) sore. Hingga kini, korban mengaku belum menerima informasi lanjutan baik dari pihak kampus maupun kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.
Korban bernama Chayara, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand. Peristiwa kehilangan itu terjadi di area portal jalan di bawah tangga Rektorat Unand, tepatnya di seberang pemberhentian Trans Padang. Saat itu, korban memarkirkan sepeda motor jenis matic, Honda Beat warna merah tahun 2013 dengan nomor polisi BA 2800 JE, sekitar pukul 18.00 WIB.
Menurut korban, kondisi lokasi parkir saat itu cukup ramai dengan sepeda motor. Usai memarkirkan kendaraannya, Chayara duduk-duduk di sekitar Rektorat Unand bersama satu temannya, setelah mengikuti ujian akhir semester (UAS). Jarak waktu antara kedatangan dan kepulangannya sekitar satu jam.
Namun, ketika hendak pulang sekitar pukul 19.00 WIB, sepeda motornya sudah tidak berada di lokasi. Ia menjelaskan bahwa kendaraan lain yang sebelumnya terparkir di dekat motornya juga sudah tidak terlihat. Meski demikian, masih terdapat beberapa sepeda motor lain di kawasan tersebut, namun posisinya cukup jauh dari lokasi awal ia memarkirkan kendaraan.
“Waktu saya datang, di situ banyak motor terparkir. Tapi pas mau pulang, motor saya sudah tidak ada. Yang ada cuma motor yang parkirnya jauh,” ujar Chayara kepada Sumbarkita, Rabu (14/1/2026).
Selain sepeda motor, sebuah helm berwarna hitam yang ditinggalkan di kendaraan turut hilang. Chayara menyebutkan motornya diparkir seperti biasa dan dalam kondisi tidak terkunci stang. Ia juga mengaku baru pertama kali memarkirkan kendaraan di area tersebut dan baru dua kali berada di lingkungan Rektorat Unand.
Menyadari motornya hilang, Chayara langsung melapor kepada petugas keamanan kampus (satpam). Beberapa petugas sempat melakukan pengecekan singkat dengan melihat area sekitar lokasi parkir. Setelah itu, korban diarahkan untuk segera membuat laporan resmi ke Polsek Pauh.
Korban menuturkan, saat pertama kali melapor ke petugas keamanan kampus, ia juga meminta agar rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian diperiksa. Namun, hingga saat itu, ia mengaku tidak mendapatkan respons maupun informasi lanjutan terkait permintaan tersebut.













