Sumbarkita — Puluhan mahasiswa berdemonstrasi di Kantor DPRD Pesisir Selatan di Painan pada Senin (1/9). Salah satu masalah yang disoroti mahasiswa dalam unjuk rasa itu ialah rapat DPRD Pesisir Selatan di hotel bintang 4 di Padang di tengah efisiensi anggaran.
Hardiansyah Kurniawan, salah satu orator demonstrasi tersebut, mempertanyakan alasan DPRD Pesisir Selatan mengadakan rapat sekaligus menginap di hotel bintang 4 di Padang. Ia mempertanyakan apakah ruang rapat paripurna di Kantor DPRD Pesisir Selatan tidak layak menjadi tempat rapat yang representatif.
“Kenapa rapat membahas anggaran harus di Padang? Kalau rapat harus di hotel, mengapa rapatnya tidak di hotel di Pesisir Selatan? Rapat sekaligus menginap di Padang memakan biaya besar. Kalau rapatnya diadakan di Pesisir Selatan, biayanya lebih efisien daripada rapat di Padang,” ujar Hardi saat diwawancarai Sumbarkita pada Selasa (2/9).
Hardi berharap DPRD Pesisir Selatan untuk menggunakan anggaran secara efisien. Ia tidak ingin DPRD setempat membuang-buang uang rakyat untuk kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dengan anggaran yang efisien.
Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, kata Hardi, DPRD Pesisir Selatan menjawab bahwa kegiatan itu sudah diagendakan sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Orator lainnya, Djusriatul Awaliyah Syarifah mengatakan bahwa jadwal rapat itu bisa saja diganti meskipun sudah diagendakan jauh sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Dalam demonstrasi itu, kata Syarifah, pihaknya juga menuntut DPRD Pesisir Selatan untuk mengevaluasi kinerja dan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD pada rapat paripurna. Pihaknya juga meminta DPRD Pesisir Selatan untuk mengevaliasi segala tunjangan pimpinan dan anggota DPRD.
“Kami juga meminta pengawas DPRD Pesisir Selatan untuk mengevaluasi anggota dewan yang tidak hadir pada rapat paripurna,” ucapnya.














