Sumbarkita – PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melalui PLN UP3 Solok memperkuat kolaborasi dengan petani bawang di Alahan Panjang melalui kegiatan Customer Gathering & Sharing Knowledge on Electrifying Onion Fields, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu menjadi ruang bagi PLN untuk memperkenalkan pemanfaatan listrik sebagai energi produktif dalam mendukung aktivitas pertanian, khususnya budidaya bawang merah.
Kegiatan tersebut dihadiri Senior Manager Niaga UID Sumbar Muhammad Arif Fikri beserta tim, Manager PLN UP3 Solok Hariani beserta tim, serta Manager ULP Kayu Aro. Dukungan dari pemangku kepentingan sektor pertanian, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Solok dan PISPI Sumbar, turut memperkuat peluang pengembangan elektrifikasi pertanian di kawasan komoditas hortikultura Sumatera Barat.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara PLN, PLN Energi Services (PLN ES), dan petani untuk mengenalkan pemanfaatan listrik yang lebih produktif di sektor pertanian.
Menurutnya, pembahasan dalam kegiatan itu difokuskan pada penerapan teknologi kelistrikan untuk mendukung budidaya bawang merah, termasuk penggunaan Light Trap sebagai perangkap hama otomatis dan Sprinkler System berbasis listrik untuk membantu pengelolaan lahan secara lebih efektif.
“Elektrifikasi sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produktivitas dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia mengatakan, listrik dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan efisiensi, mendukung kualitas hasil pertanian, serta memperkuat keberlanjutan usaha.
“Kami ingin listrik hadir semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan. Bagi para petani, listrik dapat menjadi energi produktif yang membantu meningkatkan efisiensi, mendukung kualitas hasil pertanian, dan memperkuat keberlanjutan usaha. Karena itu, PLN terus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan solusi kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Dalam sesi sharing knowledge, PLN bersama PLN ES memaparkan peluang pemanfaatan teknologi kelistrikan di lahan pertanian. Penggunaan Light Trap dan Sprinkler System listrik diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk genset pompa air.
“Pemanfaatan teknologi ini berpotensi menekan biaya operasional pembelian pestisida atau insektisida hingga sekitar 40–50 persen serta mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan PLN untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani di lapangan.
PLN UP3 Solok bersama PLN ES melakukan pemetaan kebutuhan melalui kuesioner kepada para petani champion yang hadir. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari tingginya biaya BBM untuk operasional genset pompa air hingga kebutuhan pengendalian hama yang aktif pada malam hari.
Menurut Ririn, masukan dari para petani tersebut menjadi data penting bagi PLN dalam menyusun kebutuhan pengembangan layanan kelistrikan di sektor pertanian.
“Hasil pemetaan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Tim Niaga PLN UP3 Solok dan unit layanan setempat sebagai pipeline permohonan Pasang Baru (PB) dan Penambahan Daya (PD) Electrifying Agriculture secara bertahap sesuai kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Selain memperkenalkan solusi teknologi, para petani juga mendapatkan informasi mengenai skema penyediaan paket peralatan kelistrikan dari PLN ES dengan pilihan investasi dan pencicilan.
Skema tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi petani dalam mengadopsi teknologi kelistrikan tanpa memberikan beban besar terhadap arus kas usaha tani.
Ririn mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan listrik produktif.
“Ketika energi listrik digunakan untuk mendukung pompa air, pengendalian hama, hingga teknologi pertanian lainnya, manfaatnya tidak berhenti pada bertambahnya konsumsi listrik, tetapi ikut mendorong efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing usaha masyarakat,” tuturnya.
Ia menyebut PLN terus berkomitmen memastikan energi listrik dapat tumbuh bersama aktivitas ekonomi masyarakat.














