PADANG, SUMBARKITA – Demi menekan laju inflasi di Kota Padang, Pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang menjalankan program 1 juta polybag cabai bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Guswardi mengatakan bahwa salah satu penyebab tingginya inflasi di Kota Padang karena tingginya harga cabai di pasaran.
“Salah satu penyebab tingginya inflasi di Kota Padang karena tingginya harga cabai di pasaran,” ujarnya.
Guswardi mengatakan sejauh ini, program 1 juta polybag cabai juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Sementara untuk Kecamatan yang baru mengusulkan permintaan bibit cabai yakni Lubuk Begalung dan Nanggalo.
“Untuk saat ini, Kecamatan yang baru mengusulkan yakni Kecamatan Lubeg dan Kecamatan Nanggalo. Masing-masing daerah mengusulkan 250 polybag,” katanya.
Ia menyinggung perihal Kota Padang yang tengah mengalamai inflasi. Hal itu disebabkan kenaikan harga pangan di Kota Padang. Sehingga Kota Padang termasuk kota nomor 5 terbesar dalam laju Inflasi di Indonesia.
“Kita wajibkan pemerintah maupun masyarakat turut aktif dalam program ini. Karena walaupun harga cabai mahal di pasaran, kita bisa memetik cabai di rumah dalam 3 bulan setelah ditanami,” katanya.
Katanya lagi, apabila seluruh masyarakat turut serta dalam menanam cabai, maka hal itu secara tidak langusng bakal memengaruhi harga pasar.
“Harga cabai yang tinggi disebabkan karena jumlah stok cabai yang sedikit karena banyaknya petani yang gagal panen. Seperti di daerah jawa, yang mana cabai yang masuk sangat sedikit sekali. Begitu pula dengan di medan,” ujarnya saat diwawancarai.
Selanjutnya, ia berharap agar masyarakat maupun pemerintah dapat menjalankan program tersebut sehingga harga cabai yang tinggi dapat diatasi dan juga inflasi yang tengah melanda Kota Padang dapat ditekan. (*)
Editor: RF Asril













