SUMBARKITA.ID – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, menegaskan bakal mengevaluasi kinerja perangkat daerah yang dinilai lamban merealisasikan kegiatannya, sehingga mengganggu serapan anggaran.
Bupati menyebut, APBD merupakan salah satu instrumen penggerak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, bahkan belanja pemerintah memiliki peranan penting terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sisi permintaan.
“Jadi, tidak ada lagi alasan nantinya. Saya akan pantau secara berkala. Bagi yang bekerja, tentu membuat perencanaan sebelum tahun berjalan,” ujarnya di Painan, Selasa (17/1/2023).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Pesisir Selatan dari sisi permintaan masuk tiga besar setiap tahunnya, setelah konsumsi rumah tangga dan investasi.
Karena itu, kata bupati, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah tekanan perekonomian global, belanja pemerintah khususnya barang dan jasa diharapkan mampu sebagai stimulan.
Ia berharap, kepala perangkat daerah harus memiliki inovasi sekaligus menjadi motivasi bagi perbaikan kinerja anggaran di dinasnya masing-masing, dan target penyerapan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Soal Desakan Eksekusi, Bupati Pesisir Selatan Dinilai Dikriminalisasi
“Serapan anggaran yang membengkak di akhir tahun sudah mesti ditinggalkan. Kondisi itu justru memperparah upaya pengendalian inflasi di penghujung tahun akibat tingginya permintaan,” ucapnya lagi.
Menurutnya, permintaan anggaran tiap dinas hendaknya sudah melalui perencanaan kegiatan yang matang dan memang sesuai kebutuhan yang mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.










