Sumbarkita — Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Toko Bolu Kukus Malin Kundang menjadi satu dari tiga toko dan sebuah rumah yang terbakar di Simpang Pasar Bandar Buat Nomor 30, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu (27/12) malam. Ironisnya, toko kue tersebut baru dibuka dua minggu dan sedang ramai pembeli.
Derbi Barber (30), pemilik tempat pangkas rambut yang berjarak 20 meter dari lokasi kebakaran, mengatakan bahwa toko bolu itu baru dibuka pada 12 Desember dan sedang ramai pembeli beberapa hari terakhir ini.
“Toko Bolu Malin Kundang itu besar. Bangunannya memanjang beberapa meter. Nilai investasinya pasti besar dan kerugiannya akibat kebakaran ini pasti besar,” ujar Derbi.
Derbi menyebut bahwa bangunan dan seluruh isi toko tersebut habis terbakar.
“Bangunan dan isinya sudah jadi abu. Hanya tersisa tembok di sekeliling bangunan toko.
Kebakarannya luar biasa. Menurut orang-orang di sini, nilai kerugian akibat kebakaran rumah dan tiga toko itu mencapai Rp3 miliar,” ucap Derbi.
Di akun Instagram-nya, @bolumalinkundang, toko tersebut memiliki cabang di Pasar Siteba, Dadok, Lubug Begalung, dan Lubuk Buaya.
Perihal kebakaran itu, Derbi menyebut bahwa berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari tetangga toko yang terbakar, api pertama kali muncul dari sebuah toko kosong, yang berada di sebelah Toko Bolu Malin Kundang dan toko kelontong (P & D). Menurut informasi yang ia dapatkan, api diduga berasal dari korsleting listrik di toko kosong itu.
“Api kemudian menjalar ke toko P & D dan toko bolu,” tuturnya.
Adapun perihal terbakarnya habisnya rumah dan tiga toko itu, Derbi mengatakan bahwa menurut pemilik rumah dan tiga toko itu, ia terlambat menelpon Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk memberitahukan kebakaran tersebut. Karena itu, katanya, petugas pemadam terlambat datang sehingga api sudah menghanguskan bangunan dan isinya.
Derbi menambahkan bahwa kebakaran itu sempat berdampak terhadap kemacetan jalan di lokasi. Ia menyebut bahwa kendaraan sama sekali tidak dapat melewati jalan karena terhalang oleh banyaknya orang yang menyaksikan kebakaran itu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran itu dari pemilik toko, Mairawati (48), pukul 20.05 WIB. Ia menyebut bahwa pelapor melihat asap dan api dari arah bangunan pertokoan, kemudian melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Setelah menerima laporan kebakaran itu, kata Rinaldi, pihaknya menerjunkan 7 mobil pemadam dan 90 personel pukul 20.06 WIB. Ia menyebut bahwa pemadaman kebakaran itu dibantu oleh 3 mobil pemadam PT Semen Padang. Pihaknya tiba di lokasi kebakaran pukul 20.20 WIB dan langsung bekerja.
Rinaldi menginformasikan bahwa bangunan yang terbakar ialah rumah sekaligus toko kelontong (P & D) milik Syafar Diman (49), Toko Novi Elektronik milik Novi Endri (50), dan Toko Bolu Kukus Malinkundang milik Alvi (50). Ia menyebut bahwa luas area yang terbakar sekitar 1.000 meter persegi.
“Mereka merupakan penyewa rumah dan ketiga toko tersebut. Rumah itu dihuni empat orang,” ucap Rinaldi.
Setelah berjibaku, kata Rinaldi, petugas damkar dan dibantu sejumlah pihak berhasil menangani kebakaran itu pukul 21.05 WIB. Ia menyebut bahwa penanganan kebakaran itu dibantu oleh personel Satpol PP, PMI, TNI, Polri, dan PLN.
Rinaldi mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa atau korban terluka dalam kebakaran itu.
Akibat kebakaran itu, kata Rinaldi, kerugian materiel mencapai Rp2,5 miliar karena rumah dan ketiga toko itu rusak berat.
Meskipun demikian, pihaknya berhasil menyelamatkan tiga rumah dan lima toko yang akan terdampak kebakaran itu. Pihaknya menyelamatkan nilai bangunan dan isi toko tersebut dengan nilai sekitar Rp10 miliar.
Perihal penyebab kebakaran, Rinaldi mengatakan bahwa hal itu sedang diselidiki kepolisian.














