Sumbarkita – Banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, setelah wilayah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (16/2/2026) siang. Sedikitnya tercatat tiga titik lokasi banjir dan tiga titik longsor.
Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Syafriadi mengatakan, kejadian mulai berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Bencana dipicu oleh luapan Sungai Batang Nanggang yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan lebat sejak siang hari.
Ia menjelaskan, banjir melanda tiga lokasi utama. Titik terparah berada di Jalan Nasional Manggopoh–Simpang Ampek, tepatnya di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
“Bencana alam banjir di Jalan Nasional Muaro Kandang dan Tapian Kandih mengakibatkan arus lalu lintas tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat,” ujar Alwizi dikonfirmasi Sumbarkita.
Selain jalur nasional, banjir juga menggenangi permukiman warga dengan total dampak mencapai 82 unit rumah. Rinciannya, 50 unit rumah terendam di Jorong Muaro Kandang, 25 unit di Jorong Tapian Kandih, serta 7 unit rumah di Jorong Ngungun.
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di tiga titik dan menutup akses transportasi. Longsoran paling signifikan dilaporkan di Lubuk Gadang, Nagari Ampek Koto Palembayan, dengan material setinggi 2 meter dan panjang sekitar 10 meter.
Kondisi serupa juga terjadi di dua lokasi di Jorong Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang. Akibatnya, akses Jalan Provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang menuju Matur di Lambah Kinari lumpuh total.
“Arus lalu lintas di Jalan Provinsi menuju Matur terputus karena tertutup material tanah longsor,” kata Alwizi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan longsor tersebut. Namun, kerugian material akibat rumah warga yang terendam masih dalam pendataan.
Dia menambahkan Kecamatan Palembayan kini berstatus siaga, mengingat intensitas curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Wilayah yang rawan luapan Sungai Batang Nanggang seperti Muaro Kandang dan Tapian Kandih disebut menjadi titik paling berisiko.
“Saat ini masih banyak potensi terjadinya bencana longsor maupun banjir di beberapa titik. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berlanjut,” tutup Alwizi.













