Sumbarkita — Banjir bandang menerjang kawasan jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Padang Panjang, pada Kamis (27/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Arus deras datang tiba-tiba dan menyeret sejumlah warga yang saat itu berada di sekitar lokasi.
Hingga siang ini enam orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan luka-luka dan dilarikan ke dua rumah sakit.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa personelnya bersama tim gabungan mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi.
“Para korban sedang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Pifzen menginformasikan bahwa di RS Yarsi Kota Padang Panjang lima korban dirawat secara intensif. Ia menyebut bahwa kelimanya ialah Fahri Saputra (15), pelajar asal Jembatan Kembar yang mengalami luka pada kaki; Muhammad Farel (19) dari Payakumbuh dengan luka di pipi kanan dan kaki kiri; pasangan suami istri Syahroni (25) dan Dede Anggraini (18), warga Jembatan Kembar; Ilmi Yanti (45), ibu rumah tangga yang berdomisili di Ujung Tanah, Malai III Koto, Sungai Garinggiang.
“Korban lain ialah Arman Arapika (45), sopir asal Ujung Tanah, Malai III Koto. Kini dia dirawat di RSUD Padang Panjang setelah mengalami luka-luka akibat terbawa arus,” tuturnya.
Menurut keterangan yang dihimpun dari para korban, kata Pifzen, masih ada anggota keluarga lain yang belum ditemukan.
“Ada laporan dari korban bahwa masih ada keluarga mereka yang hilang. Tim kami saat ini masih melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pencarian dan evakuasi melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Tagana, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Ia menyebut bahwa tim gabungan terus menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tertahannya korban.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus bergerak. Fokus kami memastikan seluruh korban ditemukan,” kata Kasat Lantas.
Guna mendukung kelancaran evakuasi, piahknya memberlakukan rekayasa lalu lintas. Pihaknya mengalihkan kendaraan untuk menghindari kemacetan serta mencegah warga mendekati area yang berbahaya.
“Kami sudah memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat. Arus lalu lintas kami alihkan demi keamanan,” kata Pifzen.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai ataupun kawasan rawan longsor. Hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi.
“Kami minta warga tetap siaga. Jika hujan deras turun, jauhi aliran sungai karena debit air bisa meningkat sewaktu-waktu,” ujarnya.














