SUMBARKITA.ID – Tiga orang yang terdiri dari ayah AH (44) dan dua anak kandungnya, AS (11) dan PA (7), ditemukan bersimbah darah di rumah kebun atau pondok di kawasan Tonang, Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundatar Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin malam (16/7/2023). Ketiganya merupakan warga Kampung Padang, Jorong Paraman Dareh, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman.
Korban PA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan AH dan AS dalam kondisi luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Lubuk Sikaping.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman AKBP Yudho Huntoro melalui Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat AKP Sudirman mengatakan, peristiwa tersebut diduga merupakan tindak pidana penganiyaan yang dilakukan oleh AH terhadap anak kandungnya AS dan PA.
Dugaan itu berdasarkan penemuan barang bukti di lokasi yakni sebilah pisau dan satu bongkah batu.
AKP Sudirman menjelaskan kronologi kejadian berawal saat terduga pelaku AH membawa korban atau anak kandungnya AS ke kebun miliknya di Tonang, Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (16/1/2023) sekitar pukul 11.30 WIB.
“Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB pelaku kembali menjemput anak keduanya PA dan membawa ke kebun miliknya yang berlokasi di Anak Aia Batuang Kampung Padang, Jorong Kampung Padang Paraman Dareh, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping,” terangnya saat dikonfirmasi Sumbarkita.id, Selasa (18/1/2023) malam.
Baca Juga: Ayah dan Dua Anak di Pasaman Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun
“Namun hingga pukul 18.00 WIB kedua korban dan pelaku tidak kunjung pulang ke rumah sehingga ibu korban atau istri pelaku merasa resah yang akhirnya memberitahu keluarga untuk mencari suami dan kedua anaknya,” jelasnya.
Pihak keluarga dan masyarakat kemudian melakukan pencarian. Skitar pukul 20.00 WIB ditemukan korban di sebuah pondok di Tonang dengan kondisi luka berat pada bagian kepala namun masih dalam kondisi bernyawa.













