SUMBARKITA.ID – Sekolah Dasar (SD) Negeri 19 Batipuh Tanah Datar rusak berat akibat diterjang angin badai beberapa waktu lalu. Peristiwa itu mengakibatkan atap di sejumlah ruangan terbang terbawa angin dan untuk sementara waktu ruangan tidak dapat digunakan untuk proses belajar mengajar siswa.
Kepala sekolah SDN 19 Batipuh Yusrina mengatakan setidaknya terdapat tiga lokal yang atapnya terbang dibawa angin badai. Sehingga saat ini kondisinya tidak lagi beratap dan sementara waktu tidak bisa difungsikan.
Para siswa, kata Yusrina, terpaksa belajar menggunakan tenda darurat. Sebelum tenda darurat dibangun pemerintah nagari, para siswa sempat mengikuti proses belajar mengajar secara daring dari rumah masing-masing.
“Harapan kami tidak hanya atapnya saja yang diperbaiki, kalau bisa konsen pintunya juga. Karena sudah banyak yang dimakan rayap dan harus diganti,” katanya saat menerima kunjungan Bupati Tanah Datar, Senin (21/11/2022).
Yusrina menyampaikan untuk sementara anak-anak sudah bisa belajar seperti biasa di tenda darurat. Proses belajar seperti itu, kata dia, bakal berlangsung hingga atap kelas selesai diperbaiki.
“Sekarang anak-anak sudah bisa belajar di sekolah lagi, kebetulan di nagari ada tenda darurat yang bisa dimanfaatkan menjelang atap lokal diperbaiki,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Nagari Batipuh Baruah Mulyadi BJ juga menyampaikan pihaknya berupaya semaksimla mugkin agar proses belajar mengajar para siswa tidak terganggu.
“Kami upayakan untuk memasang tenda darurat di sekolah agar anak-anak bisa belajar untuk sementara, kebetulan di kantor wali nagari ada kelengkapan darurat bencana untuk penangulangan bencana alam seperti tenda darurat,” kata Mulyadi.
Saat meninjau kondisi SDN 19 Batipuh, Bupati Tanah Datar Eka Putra itu mengatakan akan segera mengupayakan perbaikan terhadap tiga ruang kelas yang rusak berat akibat badai.
“Kasihan anak-anak tidak bisa belajar dengan tenang karena kondisi ini. Untuk sementara kita pasang tenda dulu sampai tiga lokal ini diperbaiki dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, selain atap yang memang penting untuk segera diperbaiki, sekolah ini juga membutuhkan banyak perbaikan. Seperti pintu yang memang sudah tidak layak pakai.
“Kami akan pastikan apa saja yang patut diperbaiki. Saya ke sini membawa asisten dan juga yang lainnya agar bisa menindaklanjuti dampak dari musibah angin badai yang menimpa beberapa hari lalu agar biar bisa cepat dikerjakan,” jelasnya.
Editor: RF Asril













